Edan….Pelacur ABG Banjiri Surabaya

\"\"

SURABAYA –  Warga Kota Pahlawan, Surabaya, wajib bersyukur karena dalam tahun ini tak diterpa musibah dan bencana sebagaimana daerah lain di Indonesia, seperti Banjir bandang di Banyuwangi yang menenggelamkan dan merusak ratusan rumah warga serta bencana serupa yang menerpa Wasior, Papua Barat hingga menewaskan ratusan manusia.

Hal itu tidak terlepas dari bobroknya moral kaum remaja putri atau ABG yang terang-terangan menjajakan diri di depan umum, seperti di beberapa ruas jalan serta di beberapa taman kota di Surabaya. Mereka tak canggung lagi menawarkan tubuhnya dengan alasan ekonomi sebagai pembenaran.

Bukan rahasia bila Kota Surabaya dibanjiri pelacur anak baru gede (ABG). Taman-taman kota, beberapa ruas jalan besar seperti Ketabangkali, Jalan Panglima Sudirman hingga keremangan malam beberapa sudut, termasuk wilayah sekitar rumah dinas walikota Surabaya seolah menjadi etalase bagi mereka menjajakan diri.

Belum pula termasuk beberapa tempat yang biasa mereka jadikan tempat nokrong sekligus beraksi, seperti Darmo kali, kawasan Pantai kenjeran dengan geliat hotel Short timenya, serta tempat pelacuran terselubung berkedok lainnya, seperti panti pijat, diskotek serta kawasan-kawasan yang masuk dalam konteks dunia kerja. Lokasi ini menjadi kawasan elit nan terselubung yang mampu menggeliatkan dunia pelacuran di kota Surabaya.

Pengungkapan kasus pelacuran dengan ‘germo’ ABG, dengan anak buah ABG, oleh  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)  Polrestabes Surabaya seolah menjadi bukti bila kerusakan moral di kalangan remaja berada pada titik yang memprihatinkan.

Walau diliputi rasa prihatin atas keberadaan pelacuran yang mengepung kotan Suarabaya, namun warga kota tak mampu membendung banjirnya dunia pelacuran, khususnya di lokalisasi Dolly, yang dikenal sebagai tempat pelacuran terbesar di Indonesia serta asia tenggara. PSK ABG cantik dengan tubuh segar, yang sengaja didatangkan dari daerah Tasikmalaya Jawa Barat, seolah menjadi magnet yang mampu mendongkrak pendapatan. Terlebih, tarif yang dipasangpun murah ahanya berkisar antara Rp 70 – Rp 100 ribu.

H Sugiri Sancoko, kader andalan Partai Demokrat Jatim juga mengaku prihatin dengan keberadaan pelacuran ABG dan banjirnya PSK yang mengadu nasib lantaran kesulitan ekonomi yang menyertai geliat dunia malam di kota Surabaya patut menjadi perhatian. Ia menilai beberapa wacana dan solusi mulai dari pencegahan hingga penutupan kawasan Dolly dan Jarak juga sudah mulai bermunculan.

Namun, yang lebih penting, menurut Sugiri, adalah menyelamatkan penduduk kota dari bahaya terjangkitnya AIDS dan terkena laknat Allah SWT. “Ada data yang sangat memprihatinkan, di kawasan Dolly dengan AIDS-nya. Inilah yang harus dipahami semua unsur yang berada di sana atau siapapun yang suka jajan kesana,” sentil tajam Sugiri, anggota DPRD Jatim.

Sementara, aparat kepolisian juga tak mau kalah. Mereka kini terus memburu jaringan termasuk pemasok dan germo pelacur ABG. “Kita minta mereka memahami, gaya hidup dan pola mencari uang dengan menjual diri itu bukanlah jalan terbaik. Saya berharap mereka yang masih muda mau berusaha keras dan tangguh menghadapi jaman seperti ini,” lontar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo kepada wartawan.

Masih kata Anom, Polrestabes Kota Surabaya menengarai dan berdasarkan data sementara, terdapat sedikitnya 7 germo ABG yang masih ditelusuri keberadaannya. “Ya, kami baru dapat kabar ada 7 orang yang seperti dia,” katanya sembari menuding, sebut saja Vertual, germo ABG yang berhasil disergap

Vertual yang baru berumur 17 tahun, protolan SMP dan tengah hamil muda ini, mengaku memiliki anak buah sekitar 15 ABG. Ia juga mengaku melayani permintaan pria hidung belang dengan imbalan Rp 300-500 ribu. (asa/jb5)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*