Presiden SBY: Pengadilan Tercepat di Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ync)

Jakarta: Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait penundaan kunjungan kenegaraan ke Belanda yang disampaikan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/10), menyatakan, hendaknya setiap negara saling menghormati dan menghargai antarpemimpin bangsa..

“Hubungan antarbangsa itu bukan hanya soal mutual interest kepentingan bersama, bukan soal menandatangani MoU, agreement, tapi juga mutual respect, saling menghormati dan menghargai di antara kedua bangsa dan antara pemimpin-pemimpinnya,” kata Presiden Yudhoyono.

Indonesia ingin menjalin hubungan baik dengan negara mana pun termasuk dengan Belanda, lanjut Presiden, namun Indonesia harus tegas apabila terjadi peristiwa yang dapat menimbulkan komplikasi politik. “Jadi, saya putuskan untuk saya tunda sambil melihat perkembangan lebih lanjut,” ucap SBY.

Presiden pun mempertanyakan proses pengadilan di Den Haag. Pengadilan dianggap begitu cepat memproses tuduhan pelanggaran hak asasi manusia berikut tuntutan penangkapan Presiden Indonesia ketika sedang berkunjung ke Negeri Kincir Angin.

“Tuntutan diajukan 4 Oktober (2010), pengadilan memutuskan menggelar pengadilan 5 Oktober. Saya kira itu pengadilan tercepat di dunia, diajukan dan besoknya digelar,” tambah Presiden Yudhoyono.

Dalam masalah ini Presiden memahami pemerintah Belanda tak dapat mencampuri urusan pengadilan dalam sistem nasional. Namun dia mempertanyakan waktu peradilan yang bertepatan dengan kedatangannya ke Belanda. “Ini adalah sinyal sangat keliru dengan digelarnya pengadilan itu melanggar etika dan tata krama hubungan antarbangsa,” imbuh Presiden Yudhoyono.

(Sumber:Liputan6)

Leave a comment





*