RS Saiful Anwar Telantarkan Pasien, Hanya Gara-gara Berkas Tak Lengkap

\"\"

MALANG – Petugas Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) menolak melepas jahitan bekas operasi pasien hidrosefalus, Putri Ramadhani, 5 tahun hanya gara-gara berkas Jamkesda belum lengkap.
Bocah pasangan suami istri, M Fauzan dan Ayunda, warga Jodipan Gang V itu pun sempat mendapat penolakan saat memeriksa kesehatan. Seharusnya dua jahitan bekas operasi di bagian kepala dan satu jahitan bekas operasi di bagian perut itu dilepas sejak dua pekan lalu. Tapi karena ditolak petugas rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, tiga bekas jahitan  itu masih melekat di tubuh Putri yang sedang tak berdaya. Bahkan saat mengadu ke gedung DPRD Kota Malang kemarin, perban masih menempel di kepala dan perut Putri.
“Operasi untuk mengatasi penyumbatan di bagian otak dilakukan di RSSA pada malam takbiran lalu dan dua minggu lalu saatnya Putri untuk melepas bekas jahitan. Tapi tak bisa dilakukan RSSA karena katanya surat keterangan untuk jamkesda masih kurang,” kata  M Fauzan. Dan Petugas RSSA, tambah Fauzan, meminta membuat surat keterangan dan surat rujukan  peserta Jamkesda dari puskesmas dan RST Soepraoen.

“Kami sudah dapat suratnya, waktu itu diberikan dalam amplop. Kami tak berani buka amplop itu dan langsung diserahkan ke RSSA. Tapi katanya masih kurang surat keterangan,” tambah Ayunda sembari menyeka air matanya.

Kini untuk melepas tiga bekas jahitan itu, Fauzan membutuhkan uluran tangan sesama yang peduli. Pasalnya  jika membayar, maka juru parkir Pasar Besar Malang ini  harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 135 ribu. “Biaya melepas satu bekas jahitan sebesar Rp 45 ribu. Ada tiga bekas jahitan yang harus dilepas,” keluhnya.
Karena kurang persyaratan sebagai  peserta Jamkesda, kondisi kesehatan Putri tak bisa dikontrol secara rutin. Padahal pasien hidrosefalus mestinya menjalani pemeriksaan keseharan  secara rutin. “Senin (4/10) lalu sempat ke RSSA lagi, tapi tidak bisa masuk. Tidak bisa kontrol kesehatan,” keluhnya.

Selama ini Fauzan harus mengeluarkan  ongkos sebesar Rp 365 ribu per minggu untuk menebus obat anti kejang. “Kalau tidak diberi obat anti kejang, dia bisa selalu  kejang-kejang. Jamkesda tak bisa untuk obat anti kejang. Jamkesda hanya untuk obat generik saja,” terang Fauzan.

Sementara itu kondisi Putri masih harus mendapat perhatian serius. Selain kepalanya yang membesar, berat badan putri pertama Fauzan itu masih 15 Kg. Dia pun kini kebingungan, harus bagaimana untuk pengobatan anaknya itu.

Keluh kesah Fauzan itu sempat mengundang simpati beberapa anggota dewan dan wartawan yang ngepos di Balai Kota dan DPRD Kota Malang. Kemarin para pencari berita sempat menggalang dana untuk Putri.
Sementara itu pihak RSU Dr Saiful Anwar mengelak telah menolak pasien Jamkesda dengan kartu milik M Fauzan. Humas RSSA menyebut jika pasien dalam keadaan gawat darurat pasti akan langsung ditangani tanpa melihat apakah pasien memiliki Jamkesda ataupun Jamkesmas.
“Dia masuk ke poli, jadi tidak gawat. Dia pun sudah beberapa kali berobat ke RSSA dengan menggunakan jamkesda. Seharusnya pasien tahu prosedurnya,” kata Achmad Baroghis Kepala Bagian Humas RSSA Malang.
Data versi milik RSSA, pasien atas nama Putri Ramadani anak dari M Fauzan beralamat di Jalan Kopral Usman 1/44 RT/RW 4/4 Malang telah beberapa kali berobat.
Pertama pada 21 September ketika pasien menjalani operasi pertama kali dan pulang pada 26 September. Kemudian di susul kontrol pada 29 September dan kontrol ke dua pada 4 Oktober. “Mungkin pada tanggal 4 (Oktober) itu dia diminta memperbarui surat rujukan karena sudah ganti bulan,” lanjutnya.

Prosedurnya pasien harus mengantongi keterangan rujukan dari puskesmas, RST Soepraoen dan juga Dinkes Kota Malang, selain membawa foto kopi KTP, KK dan Kartu Jamkesda. Sedangkan jika dari kabupaten rujukan dari RST Soepraoen diganti dengan rujukan dari RS Kepanjen. Selanjutnya RSSA pun tidak akan menolak pasien dengan syarat yang lengkap.
“Intinya ya harus sesuai prosedur. Apa yang tidak lengkap saya tidak tahu, seharusnya pasien tahu kan sudah pernah menggunakan jamkesda,” tandasnya.

(sumber: malang-post)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*