TKA Diduga Jadi ATM Oknum Imigrasi

\"\"

SURABAYA – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sebagian merupakan tenaga ahli yang didatangkan khusus perusahaan, terutama perusahaan di wilayah Kabupaten Gresik, diduga tak memiliki visa kerja. Identitas paspor mereka disinyalir hanya dilengkapi dengan visa kunjungan atau wisata. Sayangnya, keberadaan TKA di perusahaan ini diduga dimaanfaatkan oknum pegawai kantor Imigrasi kelas I Tanjung Perak mengeruk keuntungan pribadi.

Para TKA maupun perusahaan yang mempekerjakan mereka, diduga main mata dan kongkalikong dengan oknum petugas imigrasi agar TKA yang menjadi tenaga ahli tersebut diperbolehkan hanya menggunakan visa kunjungan atau wisata, yang berlaku antara satu hingga tiga bulan, meski mereka sebenarnya merupakan tenaga bekerja pada sebuah perusahaan.

Informasi yang diperoleh jurnalberita.com di lingkungan kantor imigrasi yang membawahi beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur tersebut mengungkapkan, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Bahkan,  dikalangan biro jasa juga mengetahui dan seringkali mendapat order melakukan pengurusan dan perpanjangan paspor serta visa bagi TKA tersebut.

“Biasanya perusahaan yang mendatangkan para tenaga kerja ahli dari asing itu adalah perusahaan yang baru berdiri. Sebab, mesin – mesin yang digunakan merupakan mesin baru yang membutuhkan tenaga dari asal mesin tersebut didatangkan. Tenaga ahli itu diperlukan untuk mengoprasikan mesin tersebut, Itu membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang tetap bekerja di perusahaan tersebut

meski hanya menggunakan visa kunjungan atau wisata,” ungkapnya.

TKA itu, ungkap pria yang lama berkecimpung dalam dunia pengurusan paspor ini, berani menggunakan visa kunjungan atau wisata lantaran perusahaan yang mendatangkan mereka berani menanggung segala urusan terkait pengurusan dokumen keimigrasian. “Mereka tau beres dan tinggal kerja saja. Perusahaan berani seperti itu karena perusahaan membutuhkan tenaga mereka. Peluang ini dimanfaatkan oknum petugas imigrasi untuk melakukan negosiasi. Disinilah uang yang bicara,” jelas pria yang mengaku pernah dimintai bantuan rekannya yang mendapat order pengurusan visa dan paspor bagi TKA ini.

Sementara, M. Tohadi SH, Humas Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, yang dikonfirmasi jurnalberita.com melalui pesan singkatnya, membantah adanya permainan seperti informasi yang beredar saat ini. “Itu tidak benar dan tidak ada”. Kata Tohadi dalam smsnya. (oir/jb4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*