Anggota Perturi Berharap Dapat Kerja Layak

\"\"

SIDOARJO ( jurnalberita.com) Anggota Persatuan Tuna Rungu Indonesia (Perturi) Jawa Timur berharap, pihak pemerintah dan perusahaan swasta mau menampung mereka bekerja, seperti layaknya orang normal. Harapan anggota Perturi itu, terangkum dalam acara Temu Regional Tuna Rungu Jatim dengan tema Reaktualisasi Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia yang berlangsung di Sekretariat Perturi Cabang Sidoarjo,  Perumahan Pondok Jati Blok AJ/19 Sidoarjo, Minggu (21/11) siang.

Sayangnya, harapan itu tidak bisa tersambung. Lantaran yang hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustikdik) Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Drs Ahmadi MPd dan Ketua Pengurus Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) KONI Sidoarjo Ahmad Muhzayin. “Soal pekerjaan yang layak, itu ditangani Disnaker (Dinas Tenaga Kerja). Nanti kalian bisa sambat ke Disnaker,” ucap Ahmadi.

Ahmadi menerangkan, pihaknya hanya dapat  menampung keluh kesah soal dunia pendidikan bagi orang-orang berkebutuhan khusus. Dalam kesempatan itu, Ahmadi menerangkan bahwa di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 semua warga negara Indonesia mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan, termasuk bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus seperti tuna rungu ini.

“Di era otonomi daerah, semua lembaga pendidikan umum dan SLB (Sekolah Luar Biasa) ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot). Sedangkan Pemerintah Provinsi hanya bisa memfasilitasi kekurangan yang ada di setiap pemkab/pemkot. Dan Diknas Pemprov Jatim tetap mengedepankan pendidikan bagi semua warga masyarakat,” ungkap Ahmadi.

Sementara itu, penasihat Perturi Jatim, Drh H Arief Mardiyanto meminta, selayaknya media elektronik, khususnya televisi, mensisipkan bahasa isyarat bagi penyandang tuna rungu. “Seperti yang pernah dilakukan TVRI pada tahun 90-an. Saat itu TVRI menyiarkan berita (acara Siaran Berita Nasional dan Dunia Dalam Berita, red) dengan menampilkan bahasa isyarat. Sehingga para penyandang tuna runggu dapat mengakses informasi. Penyandang tuna rungu juga manusia yang sangat membutuhkan informasi,” papar Arief dihadapan sekitar 250 anggota Perturi Jatim.

Selain sebagai penasihat Perturi Jatim, Arief juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif  Comdev (Community Develoment Centre). “Paling tidak, para penyandang tuna rungu bisa belajar dari informasi-informasi yang ditampilkan oleh media elektronik. Sehingga mereka (penyandang tuna rungu) mampu berkembang dan tidak ketinggalan dengan arus informasi,” tandas Arief.

Diakhir acara, pengurus Perturi Jatim menyerahkan sejumlah bantuan kepada anggotanya yang hadir. Bantuan itu diantaranya datang dari Yayasan Pondok Kasih, Komandan Latihan Tempur Marinir (Danlamar) Surabaya, PT Dharma Lautan, PT Tirta Bahagia, PT Sinar Sosro, PT Garuda Food, PT Suprindo, dan PJB Service.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Semoga ke depan, acara semacam ini bias memberi manfaat bagi penyandanag tuna runggu, khususnya anggota Perturi Jatim,” tutur Ketua Umum Pengurus Perturi Jatim Abdul Haris Hakim didampingi Ketua Pusat Perturi Surabaya dan Sidoarjo Mirza Ari Andriyanto. (jb12/jb2)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. mf q gk kerja tuna rungu jdi sedih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*