Din Syamsudin Serukan Tobat Nasional

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr HM Din Syamsuddin MA menyerukan pertobatan nasional kepada seluruh rakyat Indonesia, biak ulama, umara maupun kepada seluruh umat beragama, terutama harus dilakukan oleh para pemerintahan dan ketatanegaraan di negara ini.

Seruan ini ditegaskan Din Syamsudin saat berada di Surabaya beberapa waktu lalu. Hal ini harus dilakukan sebagai peringatan dan respon atas berbagai bencana yang menggerus rakyat dan negara. “Kita tidak lupa dan barangkali masih menancap di benak kita masing-masing, bahwa berbagai bencana alam mendera tiada henti. Mulai longsor di Wasior Papua Barat, Banjir di berbagai kota, termasuk Jakarta, tsunami di Mentawai, gempa bumi di beberapa daerah dan meletusnya Gunung Merapi. Semua ini peringatan keras dari Sang Khalik, selaku penguasa maha tunggal dunia dan akhirat kepada kita sekalian yang menjadi makhluk ciptaan-Nya,” papar Din Syamsuddin.

Din Syamsudin, yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga meminta kepada umat manusia untuk kembali kepada Illahirobbi dan kembali ke jalan yang benar, karena hanya Allah SWT semata yang menjadi tumpuan hidup dan mati manusia.

“Sebagai manusia modern, di jaman masa kini, kita jangan terjebak dengan mendewakan dan men-tuhankan uang, material dan jabatan. Lihatlah, ratusan nyawa saudara kita melayang tertimpa berbagai bencana. Marilah, keprihatinan nasional ini kita songsong dengan pertobatan nasional, di saat Allah SWT masih memberi waktu kehidupan buat kita sekalian,” jelasnya.

Menurut orang nomor wahid di Muhammadiyah ini, pertobatan nasional hendaknya bukan sekadar melambungkan doa, memunajatkan dzikir, terlebih meminta kepada buka kepada Sang Maha Hidup. “Namun yang utama dalam pertobatan tersebut, dilakukan oleh para pemangku kekuasaan dalam pemerintahan dan ketatanageraan kita. Para pemimpin ditingkat manapun, harus menunjukkan sikap keteladanan dan tidak ikut larut dalam membudayakan pendewaan atas material, uang dan kekuasaan, seperti yang berlangsung dibalik pola demokrasi kita di seluruh pelosok,” tambah Din, sembari membenarkan letak slayer dan kopiah hitamnya.

Sejak awal tahun 2010 ini, Allah SWT seolah memperlihatkan amarah dengan berbagai bencana, mulai perubahan iklim dan cuaca yang tak lazim Sementara, teriakan hati hingga mengeringnya kerongkongan kaum tertindas, seakan tak menembus labirin telinga para umara yang takut kekuasaannya akan hilang.

Belum lagi terjadinya berbagai kerusuhan sosial, termasuk timbulnya berbagai kasus korupsi yang membuat rakyat yang hidup dalam garis kemiskinan mengurut dada serta berbagai permainan politik tingkat tinggi yang justru menyengat hati rakyat.

Oleh sebab itu, kata Din Syamsudin, kita semua sebaiknya segera kembali ke jalan Allah SWT, bermunajat dan berusaha memperbaiki segala amanah. Din pun meminta seluruh rakyat Indonesia untuk tetap berusaha keras dan bersabar, sembari mawas diri untuk kembali menapaki segala perintah dan larangan-Nya, sebagaimana diajarkan para Nabi.

“Seperti teguhnya Nabi Ibrahim as dan tulusnya Nabi Ismail as dalam menjalankan perintah Allah SWT. Juga tulusnya rasa kasih Nabi kita Muhammad saw dalam menyebarkan ajaran Islam disertai suri tauladan yang kuat,” pungkas pria berdarah Nusa Tenggara ini.(jb5/jb2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*