Hii..Plengsengan TPU Ambrol, 13 Mayat Hanyut

Kondisi TPU Banaran yang ambrol (ep/jurnalberita)

TULUNGAGUNG (Jurnalberita.com) – Warga dusun Kanigoro, Desa Banaran Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, Gempar. Plengsengan bagian timur Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa tersebut ambrol. Akibatnya, sekitar 13 mayat yang sudah terkubur, kini hanyut dan belum berhasil di evakuasi.

Ambrolnya plengsengan TPU diduga disebabkan derasnya hujan yang mengguyur hingga menyebabkan gorong-gorong atau aliran air yang menuju kearah sungai Wudhu, Dusun Kanigoro, Desa Banaran Kacamatan Kauman tersumbat. Sehingga air melimpah ke TPU Dusun tersebut. Bahkan ketinggian air di dalam TPU hinggga sebatass pinggang orang dewasa.

Akibatnya, Plengsengan yang menjadi pembatas antara sungai wudhu dengan TPU tak kuat menahan debit dan gerusan air sehingga menyebabkan plengsengan milik Perum Jasa Tirta ambrol sekitar 25 meter.

Yang membuat gempar warga setempat, karena mayat yang hanyut tersebut belum teridentifikasi dan belum diketemukan. Kemungkinan besar, mayat-mayat tersebut hanyut ke sungai Brantas.

Sukar (45), salah seorang perangkat desa (Bayan) Dusun Krajan, Desa Banaran Kecamatan Kauman yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari TPU saat di konfirmasi para wartawan membenarkan kejadian itu.

Sukar, Bayan Dusun Krajan Banaran (ep/jurnalberita)

“Kira-kira makam yang hanyut sekitar 13. Sampai saat ini, pihak keluarga belum ada yang melapor ke desa. Kemungkinan tidak lapornya keluarganya tersebut karena malu,” kata Sukar saat dikonfirmasi di kediamannya.

Lebih lanjut Sukar mengatakan, terkait plengsengan yang ambrol, sebenarnya dirinya bersama warga masyarakat Dusun Kanigoro, Desa Banaran berinisiatif untuk segera membenahi sementara plengsengan yang rusak dengan cara ditutup dengan karung yang diisi pasir, Namun, oleh pihak Perum Jasa Tirta tidak diperkenankan dan pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak karena plengsengan tersebut memang wewenang pihak Perum Jasa Tirta. (jb7/jb2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site