Ritual Bersih Nagari Meriahkan HUT Tulungagung

TULUNGAGUNG (jurnalberita.com) – Memperingati hari jadinya yang ke-805, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengadakan acara atau ritual Bersih Nagari yang dimulai dari halaman Kantor Pemerintah Daerah Tulungagung dan berakhir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Peringatan HUT Kabupaten Tulungagung, yang tahun ini bertema ‘Dengan Semangat Guyub Rukun, Mari Kita Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Tulungagung Dengan Cara Pembangunan Dihatiku Ing Andaya’, yang dibarengi dengan prosesi upacara dan ritual Bersih Nagari, dihadiri Bupati Tulungagung, Ir Heru tjahjono serta Wakil Bupati, Drs.Isman MSi, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, anggota DPRD, para Kepala SKPD dan Kepala Perusahaan Daerah, Lurah, Kades, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Kirab panji lambang daerah serta resepsi acara Bersih Nagari dilaksanakan dalam suasana meriah diiringi kirab, parade dan pawai berbagai macam simbol serta perlambang yang diiringi ribuan peserta.

Sebagai pembuka parade, sekitar 70 orang yang memainkan alat musik serta melantunkan lagu jawa kuno, mengiringi perjalanan Kirab panji lambang daerah.

Disusul kemudian dengan barisan Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo (pembawa dupa) yang diikuti 50 orang. Hal ini sebagai perlambang serta dimaksudkan agar masyarakat Kabupaten Tulungagung dijauhkan dari mara bahaya dan terlepas dari semua kala, reribet serta satru.

Pada barisan dan urutan berikutnya, disusul sekelompok wanita berparas cantik, Putri Dhomas, yang membawa bunga tabur menngiringi perjalanan kirab Panji Lambang Daerah. Sambil melenggak-lenggok serta menggoyangkan badan dan pinggulnya, mereka menari dihadapan para penonton kirab disepanjang rute yang dilewati.

Pada urutan berikutnya Cucuk Laku atau Manggolo dan Panji atau bendera lambang daerah, yang diiringi sekelompok pengawal bersenjatakan tombak yang menunjukkan kegagahan serta keberanian.

Dua buah tumpeng raksasa, Buceng Lanang yang dihiasi berbagai hasil bumi dan Buceng Wadon yang dihiasi dengan berbagai jenis buah-buahan, yang masing-masing dikawal sekitar 20 orang dengan berpakaian ala punggawa kraton dan kerajaan menyusul pada barisan berikutnya.

Usai kirab dan sesampai di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, dua buceng, yakni Buceng Lanang dan Wadon ditempatkan ditengah-tengah para undangan dan tamu yang datang.

Acmad Djadi Ssos, selaku Ketua Panitia peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-805, dalam sambutan dengan menggunakan bahasa jawa, mengatakan bila peringatan HUT Kabupaten Tulungagung tahun ini diliputi rasa keprihatinan karena dilaksanakan bersamaan dengan berbagai bencana dan musibah yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Tsunami yang terjadi di Mentawai, bencana meletusnya Gunung Merapi yang menimbulkan korban jiwa serta ribuan warga harus hidup dalam pengungsian, bahkan Kabupaten Tulungagung juga tak luput dari bencana tanah longsor yang beberapa waktu lalu terjadi dan mengakibatkan 4 nyawa melayang serta dua rumah tertimbun tanah.

Dengan berbagai macam musibah dan bencana tersebut, Achmad Djadi mengajak kepada warga masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tulungagung, ikut membantu mereka yang terkena musibah, baik bantuanj berupa materi, tenaga maupun doa.

Ia juga mengungkapkan dasar dari peringatan HUT Kabupaten Tulungagung yang diselenggarakan dengan menggelar ritual dan upacara Bersih Nagari adalah surat keputusan (SK) Bupati Nomor 27 tahun 2002, yang menetapkan tanggal 18 Nopember sebagai Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.

Selain itu, selaku panitia, Achmad Djadi juga melaporkan bila pembiayaan berbagai perayaan maupun perlombaan yang digelar dibiayai dengan dana APBD 2010 serta sumbangan para donatur. Berbagai kegiatan dan lomba memperingati HUT Kabupaten Tulungagung ke-805 yang sudah terlaksana selain kirab dan pawai kali ini, diantaranya Manten Kucing, Nyekar (berziarah) dan berbagai perlombaan.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Ir Heru tjahjono MM yang juga memberikan sambutan dalam bahasa jawa mengatakan, yang terpenting dalam memperingati hari jadi adalah interopeksi diri serta membenahi segala hal yang dirasa masih memiliki kekurangan, sehingga bisa menjadi kaca benggala untuk membangun bangsa dan negara.

”Kita patut bersyukur karena dalam membangun Tulungagung, sudah banyak yang kita capai Kita juga berterima kasih kepada masyarakat yang banyak membantu membangun Kabupaten Tulungagung menjadi lebih baik,” kata Heru tjahjono.

Ibarat orang yang tengah berlayar, kata Heru tjahjono sambutannya, kita masih belum sampai tempat tujuan karena masih banyak pekerjaan yang perlu kita tingkatkan dan benahi, seperti pada bidang Ekonomi, Pendidikan, Sosial, Kebudayaan, yang dapat membawa kemajuan pembangunan di masa mendatang. ”semua itu pasti dapat terwujud, asal dilandasi semangat guyub rukun niat membangun Tulungagung,” ungkapnya.

Bupati Tulungagung, Ir Heru tjahjono MM, saat dikonfirmasi beberapa wartawan seusai acara Bersih Nagari mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan berharap semoga masyarakat Kabupaten Tulungagung mendapat berkah dan dijauhkan dari segala mara bahaya. (jb7/jb2)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Apa tidak ada editing….???
    Narasi dan gambar2 yang ditampilkan sangat bagus…
    Sayang seribu sayang….salah kutip dan fatal…coba dilihat hari jadi yang ke berapa ” 805 atau 806 ” ???
    Masyarakat Indonesia melihat ini…, bagaimana ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site