Sakit Hati, Pacar Diperkosa Ramai-ramai, Dirajam dan Dikubur Hidup-hidup

\"\"

JEMBER (jurnalberita.com) – Mayat Unariyah Khusnul Widawati (16), gadis cantik asal Desa Bagorejo, Gumukmas, Jember itu ditemukan dalam keadaan telanjang terpendam dalam pasir di tanaman pandan yang banyak tumbuh di tepi Pantai Pancer di Kec Puger.

Unariyah adalah korban kebiadaban Imam cs, gara-gara cintanya diputus. Imam mengajak kawan-kawannya untuk memperkosa, merajam dengan batu, lalu mengubur hidup-hidup sang kekasih.

Tiga dari enam pemuda itu berhasil diringkus polisi, Rabu (3/11). Tiga pemuda lainnya masih buron. Ketiga tersangka adalah Arif Kencong (19), warga Kencong; Wahyu (18), dan Bogi (19), keduanya warga Gumukmas, Jember. Sedangkan 3 yang masih buron yaitu Imam alias Iim (20) sebagai otak pembunuhan, Arif Ngepean (19), dan Sugik (19).

Peristiwa pembunuhan terjadi pada saat malam takbiran Lebaran lalu, sedangkan jenazah korban baru ditemukan Selasa (14/9). Begitu berhasil meringkus tiga tersangka, rekonstruksi langsung digelar jajaran Satreskrim Polres Jember, Rabu (3/11).

Kasus pembunuhan sadis itu terungkap setelah polisi berhasil menemukan Riska (19), teman korban yang menjadi saksi kunci kasus tersebut. Sejak peristiwa pembunuhan, Riska disembunyikan Arif. \”Saya diancam akan dibunuh kalau bercerita,\” ujar Riska.

Dalam rekonstruksi itu terlihat Imam alias Iim meminta Riska menjemput korban untuk diajak jalan-jalan. Mereka kemudian bertemu Wahyu dan Sugik di pertigaan Masjid Bagorejo. Selanjutnya mereka kembali janjian di SPBU Bagorejo untuk bertemu teman-teman lainnya.

Begitu berkumpul semua, enam pelaku bersama Riska dan korban berangkat ke pesisir Pantai Pancer-Puger. Namun, sebelum berangkat, Wahyu lebih dulu pulang bersama seorang kawannya untuk mengambil celurit.

Begitu tiba di pantai, keenam pemuda itu dengan santai memaksa korban menenggak miras yang sudah dipersiapkan. Bahkan, ada yang memaksanya hingga korban teler berat. Korban yang sama sekali tak berdaya itu kemudian diperkosa secara bergiliran. Mereka tidak lagi mempedulikan tangisan korban. Melihat tindakan sadis itu, Riska menjerit-jerit dan berupaya kabur. Namun salah seorang pemuda mengejar dan menangkapnya dan mengancam Riska dengan celurit jika mencoba kabur lagi.

Saat itulah, Riska melihat dengan mata kepala bagaimana para pemuda itu menyiksa korban. Tanpa belas kasih sedikitpun, mereka merajam kepala korban dengan batu besar. Melihat ini, Riska berteriak minta tolong. Namun, ia malah nyaris diperkosa. Beruntung ada salah satu pemuda yang membelanya.

Diduga kuat, korban yang sekarat itu dikubur hidup-hidup di dalam pasir. Beberapa hari setelah Lebaran, mayat Unariyah ditemukan warga yang sedang berwisata di pantai itu.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Kusworo Wibowo mengatakan, para pelaku telah merencanakan perbuatannya. Otaknya adalah Imam alias Iim. Diduga kuat, ia sakit hati karena diputus oleh pacarnya, Unariyah. \”Diduga kuat motifnya sakit hati,\” ujar Kusworo.

Kusworo menambahkan, para pelaku bisa dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Polisi masih mengejar pelaku lain yang belum tertangkap. (tribun/jb1)

Tags: ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Allah yang akan membalasnya…

  2. biadab,ga punya hati harusnya dihukum mati saja pelakunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*