Bobol Apotek, Pelaku Gagal Bongkar Brankas

\"\"

SURABAYA  (Jurnalberita.com) – Meski berhasil masuk dengan cara mencongkel pintu, namun komplotan perampok yang menyatroni Apotek Nusantara di Jalan Undaan Kulon Surabaya, gagal  membongkar brankas yang berisi uang puluhan juta rupiah.

Peristiwa pembobolan apotek ini diketahui, Rabu dini hari. Brankas berukuran 60×100 sentimeter tersebut hanya rusak di bagian luar setelah berusaha dicongkel.“Mungkin takut ketahuan, mereka mengurungkan niatnya, karena mencongkel benda itu membutuhkan waktu agak lama,” ujar Kapolsek Genteng, Komisaris Polisi Fadli Widyanto kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu.

Tak berhasil membongkar brankas, komplotan perampok akhirnya menjarah televisi  berukuran 40 inch yang berada di ruang tengah serta sempat membongkar brankas kecil berukuran yang hanya berisi uang receh dan mengacak-acak lima laci lainnya.

“Uang pecahan itu sengaja disiapkan pihak apotek untuk uang kembalian dan sementara untuk obat-obatan yang hilang belum diperiksa,” tutur Fadli.Diperkirakan, peristiwa pembobolan ini terjadi antara tengah malam hingga menjelang subuh. Sebab, kata dia, diketahui pintu “rooling door” sudah dalam keadaan terbuka pada pukul 4.30 WIB.

“Apotek tutupnya tepat jam 12 malam. Kemudian sebelum subuh ada saksi yang melihat pintu depan sudah terbuka. Bahkan, tiga lapis pintu berhasil dicongkel dengan menggunakan tang besi dan linggis,” jelasnya.

Setelah mendapat laporan dari pemiliknya, Yudi, aparat Polsek Genteng dan Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, lanjut Fadli, masih menunggu penyelidikan tim identifikasi. Di samping itu, pihaknya menyangka motif yang dilakukan pelaku murni keinginan untuk memiliki harta.

Di singgung keterlibatan orang dalam, mantan Kasat Reskrim Polres Gresik tersebut belum berani memastikannya. Fadli juga mengungkapkan, pelaku dipastikan lebih dari satu orang dan mengendarai mobil. Polisi kini masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, yakni seorang karyawan apotik dan dua penjaga depot, masing – masing Sulis dan Darti yang mengetahui pertama kali. (jb2/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*