Disetir Ketua Fraksi PD, Mobil Dinas Nyungsep

Dikonfirmasi Sempat Membantah, Akhirnya Mengakui

Mobil dinas yang terjun ke sungai (foto : Ist)

GROBOGAN (Jurnalberita.com) – Setelah diketahui sejumlah mobil dinas DPRD diganti nomor polisinya, dari plat warna merah menjadi plat hitam, kali ini, mobil yang digunakan salah satu anggota dewan setempat, terjun bebas ke sungai. Dan kini masih dalam perbaikan di salah satu bengkel.

Informasi yang diperoleh, mobil dinas DPRD bernopol K 90 F seharga ratusan juta yang terjun bebas ke sungai tersebu,t digunakan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurul Amin. Mobil yang baru sebulan dipergunakan tersebut terjun bebas ke sungai ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Salah satu anggota dewan yang enggan disebutkan namanya membenarkan, rekan sejawatnya mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil dan nyungsep ke sungai, tepat di daerah Karang Rayung. Padahal, menurutnya, rekannya tersebut sudah diwanti-wanti agar berhati-hati, terlebih ia belum memiliki SIM. Namun, masih menurut anggota dewan ini, Amin tak menghiraukannya.

Sementara, Nurul Amin saat konfirmasi via ponselnya, sempat tak mengaku bila dirinya yang menyetir mobil dinas DPRD saat nyungsep ke sungai tersebut. Namun, saat didesak dan info yang didapat beberapa wartawan berasal dari salah satu anggota dewan, akhirnya ia mengaku dan membenarkan baru mengalami kecelakaan. Namun, ia membantah bila dirinya tidak memiliki SIM. “Saya punya SIM, malah dua,” ujarnya dalam percakapan via ponsel.

Hal ini menjadi sorotan dan reaksi keras dari Ketua Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Grobogan, Sutrisno. Menurutnya, anggota dewan yang menggunakan mobil dinas harus terlebih dahulu belajar mengemudi serta memiliki SIM, agar dapat mengopersionalkan mobil dengan baik serta tidak sampai terjadi hal yang justru merugikan pribadi dan dewan.

Tak hanya itu, kata Sutrisno, ada beberapa ketentuan bahwa pemakaian mobil dinas atau harta benda milik rakyat, harus sesuai fakta integritas yang sudah di tandatangani bersama, termasuk tidak boleh untuk kepentingan pribadi. Jika ditemukan anggota dewan yang memakai harta benda rakyat, termasuk memakai mobil dinas tanpa dilengkapi surat-surat penting (SIM dan STNK,red), maka yang bersangkutan selain melanggar tata tertib lalu lintas, juga melanggar fakta integritas. “Semua mobil dinas ada asuransinya, karena semua sudah dianggarkan. Jika ada yang anggota dewan yang ngomong mobil dinas tidak ada asuransinya, maka itu bohong,” tandasnya.(jb13/jb2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site