Indonesia Raih Juara Umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat

\"\"

JAKARTA (jurnalberita.com) - Tim Indonesia kantongi gelar juara umum pada kejuaraan dunia pencak silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jumat (17/12), setelah berhasil memboyong 10 medali emas, 5 perak, dan 6 perunggu.
Enam medali emas di antaranya didapat dari seni kerapian gerak di nomor tunggal putra, tunggal putri, double putra, double putri, tim putra, serta tim putri. Sementara empat medali emas lainnya datang dari nomor tarung, yakni dari pesilat Pranoto, Dian Kristanto Sapto Purnomo, dan Rosmayani.
Medali emas penentu kemenangan Indonesia pada pertandingan hari terakhir disumbang Dian Saputra di kelas A, Sapto Purnomo (kelas D), dan Pranoto di kelas J putra. Sedangkan di putri Rosmayani mengukir medali emas di kelas C. Enam medali emas lainnya diraih melalui nomor seni atau kerapihan teknik tunggal, ganda dan regu.
Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto dan 3.000 penonton, ikut hadir menyaksikan pada hari terakhir pertandingan. Pertandingan enak ditonton karena para atlet nasional di final bersaing ketat melawan atlet-atlet Vietnam.
Dian Kristanto di kelas A menghadapi atlet asal Vietnam Diep Ngoc Vu Minh. Meski dia mengalami cedera di lutut kanan, namun mampu tampil maksimal untuk meraih kemenangan di setiap rondenya, dan hasilnya unggul dengan nilai 5-0. Sedangkan Dian Saputra merupakan penentu tim silat nasional untuk meraih juara umum di kejuaraan dunia ke-14. Beban berat baginya ketika tampil di ronde awal, namun setelah menemukan bentuk permainannya Dian tampil agresif.
Dian sempat tidak merasakan cedera kaki kanannya kambuh saat berlangsungnya pertandingan. Dian sempat jatuh ke lantai setelah dinyatakan tampil sebagai juara. “Saya baru sadar dan merasa sakit ketika pertandingan usai. Ketika tangan saya diangkat oleh wasit dinyatakan menang angka, saya tidak dapat menahan berat badan dan jatuh. Namun saya puas tampil sebagai juara dan penentu tim Indonesia sebagai juara umum,” ujar Dian.
Dengan sukses ini, target yang semula digaungkan PB IPSI tercapai sudah. “Kami bangga, tapi saya pribadi belum puas karena masih ada kekurangan dari para pesilat di nomor tarung,” ujar Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/12/2010).
Tempat kedua dihuni oleh kontingen Vietnam dengan 8 emas, 8 perak, dan 3 perunggu. Kontingen Malaysia mengekor di peringkat ketiga dengan 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu.
Kejuaraan ini diikuti oleh 30 negara di seluruh dunia dengan total lebih kurang 425 pesilat yang ambil bagian.

Incar Juara Umum SEA Games
Selepas raih prestasi sempurna dengan meraih juara umum di Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-14, Ketua PB IPSI, Prabowo Subianto membidik target serupa di ajang SEA Games XXVI.
“Hasil di kejuaraan dunia ini merupakan awal kebangkitan olahraga Indonesia. Semoga di SEA Games XXVI kita bisa merebut juara umum dan mengembalikan kejayaan pencak silat Indonesia di Asia Tenggara,” ungkap Prabowo di Jakarta, Jumat (17/12/2010).
Untuk memenuhi target tersebut, Ia mengaku akan memberi pembinaan khusus bagi para pesilat yang tergabung dalam pelatnas SEA Games XXVI.
Prabowo telah menjadwalkan sejumlah uji coba bagi pelatnas yang dimulai Januari 2010 ini. Selain itu PB IPSI juga berencana memasyarakatkan pencak silat dengan mengadalan coaching clinic di beberapa negara khususnya di luar Eropa. (*/jb1)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*