Kiai NU Hadiri Muktamar III PKB

Ny Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersama Yenny Wahid saat Muktamar PKB Gus Dur. (foto:bjc)

SURABAYA (jurnalberita.com) - Pembukaan Muktamar III PKB di GOR Kertajaya, Surabaya (Minggu, 26/12) dihadiri sejumlah kiai Nahdhlatul Ulama (NU).

Diantaranya adalah KH Imam Yahya Mahrus Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, KH Aziz Mashuri, KH Ibnu Ubaidillah, KH Habib Hasan Suaib, KH Abdul Hadi, KH Ahmad Nawawi Abdul Djalil, KH Izzi, KH Nuril Arifin, dan Ketua Umum PKNU Chairul Anam.

Turut ikut serta empat seniman yang dikerahkan untuk menyambut para tamu terhormat. Penampilan mereka unik. Selain memakai kaos hitam bergambar Gus Dur, juga ada tulisan Gusdurisme dan menggunakan topeng dan memegang payung hias yang juga bergambar Gus Dur.

Empat seniman itu akan segera menemani dan memayunginya tamu kehormatan yang datang hingga pintu masuk GOR.

Tak Terbukti, Isu Muktamar PKB Gus Dur Akan Dibubarkan

Kekhawatiran peserta, akan dibubarkannya pembukaan Muktamar III PKB Gus Dur yang digelar bersamaan dengan haul atau peringatan wafatnya KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak terbukti.

Minggu pagi (26/12) Sekjen PKB Yenny Wahid dan istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, tiba di lokasi pembukaan Muktamar III di GOR Kertajaya, Surabaya. Bahkan Yenny dan Sinta yang mengendarai Camry hitam bernopol P 930 BS dikawal sebuah mobil Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur benopol 1661-X.

Begitu turun dan mobil, Yenny dan Sinta disambut dengan hormat dan shalawat badar.

Kekhawatiran pembubaran pembukaan Muktamar dan haul Gus Dur ini berkembang di lapangan. Kabarnya, pihak Polda Jawa Timur belum menerima surat pemberitahuan kegiatan.

Setelah dibuka di GOR Kertajaya, Muktamar akan dilanjutkan di Hotel Garden Palace, Surabaya. Yenny Wahid dan keluarganya juga menginap di hotel itu.

Muktamar III PKB Wujud Wasiat Gus Dur

Konflik yang selama ini terjadi di tubuh PKB bukan persoalan hukum tetapi politik. Muktamar III PKB adalah upaya untuk melakukan konsolidasi serta tertib periodisasi kepengurusan yang telah habis masa berlakunya pada tahun ini, terang Sekjen PKB, Yenny Wahid dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar III PKB Gus Dur.

Gus Dur adalah orang yang berpegang teguh pada aturan organisasi berkehendak agar DPP PKB tetap konsisten memenuhi aturan periodisasi kepengurusan yang mengharuskan muktamar diselenggarakan setiap lima tahun sekali, lanjut Yenny.

Hal ini sesuai hasil keputusan rapat gabungan DPP PKB pada tanggal 12 November di kantor DPP PKB Kalibata, yang langsung dipimpin oleh ketua umum Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid. Muktamar kedua PKB telah dilaksanakan pada tahun 2005 di Semarang dan berakhir periode kepengurusannya pada tahun 2010.

Wasiat KH Abdurrahman Wahid serta keinginan untuk terus melanjutkan dan menyelamatkan rumah politik yang telah dibangunnya adalah landasan bagi pihaknya untuk menyelenggarakan muktamar.

“Yang kita harapkan bisa membawa PKB kembali pada khittah siyasah nya. Apa yg kita lakukan saat ini adalah upaya untuk terus menjaga dan memelihara agar gerak dan pergulatan politik PKB tetap berada dalam misi, semangat dan koridor garis perjuangan yg sudah ditetapkan oleh para pendiri, para ulama dan kyai sebagai perwujudan keinginan konstituen PKB yg mayoritas kaum marginal,” paparnya.

“Kita tidak ingin mengusik siapapun apalagi merongrong kekuatan apapun. Sekali lagi kami tegaskan, kita berkumpul disini untuk menjaga dan menegakkan misi PKB,” lantang Yenny. (rmo/jb1)

Ny Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersama Yenny Wahid saat Muktamar PKB Gus Dur. (foto:bjc)

Tags: , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Maju terus..perjuangan utk membela Kebenaran..Hidup Gusdur…perjuanganmu akan kami Jalankan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site