Kyai Perut Bumi Himbau Lakukan Tobat Massal

\"\"

TUBAN (Jurnalberita.com) – Bencana alam yang beberapa bulan terakhir kerap terjadi di Indonesia  mengundang keprihatinan mendalam bagi Kyai Subkhan (72). Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maghrobi, yang lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Perut Bumi, Dusun Wareng Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu menganggap, bencana alam tersebut merupakan bukti bahwa Allah SWT kurang ridlo terhadap bangsa Indonesia.

“Banyak petinggi negeri ini yang telah lupa daratan, menumpuk harta dan mabuk kekuasaan sehingga urusan ummat yang menjadi tanggung jawab utamanya terabaikan,” komentar Kyai Subkhan.

Ditemui di Pondoknya, Selasa (8/12), Kyai nyentrik itu lebih lanjut mengatakan, bencana alam terjadi karena ulah manusia sendiri. “ Bagaimana tidak terjadi bencana kalau hutannya dihabiskan, gunungnya dikeruk buat semen, diambil phosphatnya, diambil kapurnya, tapi manusianya nggak mau bersyukur,” ujarnya.

Dia mengingatkan, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an, banyak umat yang dibinasakan Allah karena tidak mensyukuri nikmat, tapi malah membuat kerusakan di muka bumi. “ Sebelum Allah menurunkan azab-Nya, saya himbau masyarakat, terutama pemimpin-pemimpin, pejabat-pejabat, segera bertobat. Tugas saya cuma mengingatkan, lho,” tegas Kyai Subkhan.

Lebih lanjut Kyai Subkhan mengatakan, tobat bukan hanya mengakui kesalahan, tetapi yang lebih penting adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Hal itu bisa terlaksana, katanya, jika diciptakan kondisi yang kondusif oleh para pemegang kewenangan pemerintahan. “ Mereka itu kan menjadi contoh bagi rakyat. Kalau moral mereka masih bobrok, masih rakus, ya mustahil bisa tercipta kondisi sosial yang kondusif,” tambahnya pula.

Kyai Subkhan mempersilahkan siapa saja yang hendak melakukan tobat di Ponpesnya. Saat ini, memang sudah banyak warga yang datang ke ponpes tersebut untuk riyadloh, mencari ketenangan batin agar bisa memperbaiki akhlaknya. Setiap hari sedikitnya 50 orang datang ke Ponpes di dalam gua tersebut secara berkelompok. Mereka datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tuban.

Bahkan berdasar catatan dalam buku tamu yang ditunjukkannya, terdapat pula pengunjung dari Negara Filipina, Singapura dan Bahrain. “Silahkan, mumpung satu suro. Saatnya bertobat memperbaiki segala sesuatu agar tahun depan keadaan menjadi lebih baik,” himbaunya. (jb8/jb2)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. ass.aba kpan acara dimulai taubat massal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*