Mahasiswa Desak Kejari Tuban Lanjutkan Kasus PSH

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) - Puluhan mahasiswa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Kamis (9/12). Mereka meminta Kejari tidak lagi mengulur-ulur penyelesaian perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, seperti kasus Pengadaan Pakaian Seragam Harian (PSH), Kasus Terminal Wisata Tuban (TWT) dan Pasar Besar Tuban (PBT).  “Kasus-kasus tersebut sudah empat tahun lebih terbengkelai. Setiap kami menanyakannya selalu dijawab masih dalam proses. Kami minta yang terakhir kalinya Kejari serius menuntaskan perkara tersebut,” seru Jabran kalil, koordinator mahasiswa.

Semula puluhan mahasiswa tersebut berniat menemui Kepala Kejari, Agung Dipo di aula Kejari. Namun pihak Kejari merasa keberatan karena mahasiswa menolak pertemuan hanya diwakili lima orang. Akhirnya Agung Dipo mengalah menemui mahasiswa di halaman Kejari.

Agung Dipo saat memberi sambutan selamat dating, mengatakan sangat mendukung usaha-usaha mahasiswa memantau perkembangan sejumlah kasus korupsi yang disinyalir melibatkan sejumlah pejabat teras Pemkab. Namun pihaknya belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut karena kasus-kasus seperti pengadaan PSH masih dalam proses penyidikan pihak Kepolisian.

Mendengar jawaban seperti itu, tentu mahasiswa tidak merasa tidak puas. Jabran Kalil yang menjadi juru bicara mahasiswa mengatakan ragu terhadap komitmen aparat hukum. Sebab kasus-kasus tersebut sebenarnya sudah sangat jelas siapa tersangkanya berikut berapa nilai kerugian yang ditanggung negara.

“Kami ragu Kejaksaan serius menuntaskan kasus korupsi tersebut. Buktinya, berkas perkara hasil penyidikan Polisi yang dikirim ke Kejaksaan selalu dikembalikan. Selalu saja ada yang kurang, sehingga kasusnya semakin molor dan nggak karuan juntrungnya,” sergah Jabran.

Menanggapi hal itu, Agung Dipo mengatakan, pihaknya tetap komitmen menangani kasus korupsi. Bukan hanya yang menyangkut masalah PSH, tapi semua kasus korupsi yang dilaporkan ke Kejaksaan. Buktinya, lanjut Agung Dipo, lima kasus korupsi sudah berhasil dituntaskan. “Kami sudah memenuhi target penuntasan kasus korupsi tahun ini. Lima kasus sudah berhasil kami tangani, jadi nggak usah meragukan komitmen kami,” jawab Agung Dipo.

Khusus untuk kasus PSH, pihaknya mengembalikan berkas perkaranya karena masih ada sejumlah bukti penting yang belum berhasil dilampirkan pihak penyidik. “Sampai saat ini penyidik belum berhasil mendapatkan bukti lengkap, sehingga berkasnya kami kembalikan. Untuk menyelesaikan perkara korupsi  tidak gampang, mas. Dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian,” katanya.

Sedangkan yang menyangkut masalah TWT dan PBT, menurut Agung Dipo tidak termasuk perkara pidana, tapi perdata. “Keduanya kan masalah perselisihan atau sengketa antara pihak pengembang dan pemkab Tuban. Jadi masuk ranah perdata,” tambahnya.

Mahasiswa yang masih belum puas dengan penjelasan tersebut sedianya akan bertahan di halaman kantor Kejari. Namun setelah dilakukan negosiasi dengan aparat keamanan, dengan berbagai pertimbangan, mereka pun meninggalkan kantor Kejari dengan raut muka kecewa. “Kami tidak akan berhenti sebelum pelaku-pelaku korupsi itu diseret ke pengadilan,” seru Jabran disambut teriakan yel-yel hidup rakyat, hidup mahasiswa dari puluhan mahasiswa lainnya. (jb8/jb1)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*