Pemasangan Alat Peraga Kampanye Diprotes Warga

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) - Munculnya berbagai alat peraga kampanye Calon Bupati-Wakil Bupati (Cabub-cawabub) berupa baliho, banner dan poster di tempat-tempat umum tak urung menimbulkan ketidaknyamanan warga. Sejumlah warga di Kelurahan Perbon, Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban Kota, kepada jurnalberita.com, Kamis (23/12), mengeluhkan pemasangan alat-alat peraga kampanye tersebut. Mereka mempertanyakan ketentuan pemasangan alat-alat peraga itu, sebab sepengetahuan warga, alat-alat peraga baru diijinkan pemasangannya saat masa kampanye sudah
ditetapkan KPUD. “Lha ini penetapan calon saja belum kok sudah banyak gambar-gambar yang di pasang,” keluh seorang warga di Kelurahan Perbon yang menolak dicantumkan namanya.

Hal sama juga diungkapkan Subakir (27), yang mengaku warga Kecamatan Jenu. Menurutnya, pihak berwenang harus melarang pemasangan alat-alat peraga sebelum waktu kampanye ditetapkan, karena bisa menimbulkan kebingungan warga. Ia menyebut, jauh sebelum pendaftaran Bakal Calon (Balon) Cabub-cawabub dibuka, gambar-gambar cabub-cawabub sudah terpasang, tapi ternyata calon-calon tersebut batal mendaftarkan ke KPU lantaran berbagai sebab. “Masyarakat sebagian besar tidak tahu informasi yang sesungguhnya, terutama yang di desa-desa. Mereka menganggap calon-calon tersebut ya lolos semua, makanya gambarnya nggak berani nyopot,” tutur Subakir.

Selain itu, lanjut Subakir, pemasangan alat peraga tersebut sering justru mengganggu pemandangan dan merusak fasilitas umum. Bakir menunjuk deretan pohon di tepi jalan yang menjadi tidak sedap dipandang karena banyaknya banner cabub-cawabub yang menempel. Ia juga menunjuk dinding gardu siskamling yang bernasib sama.

Bakir mengaku sebenarnya warga risih, namun sejauh ini mereka memilih hanya bisa menggerutu lantaran untuk melepas alat-alat peraga tersebut khawatir disalahkan. M. Rahman, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ronggolawe Tuban
berpendapat, pembiaran pemasangan alat-alat peraga di luar masa kampanye menjadi bukti tidak pedulinya para pelaku politik terhadap etika berpolitik. “Ini bukti mereka tidak peduli etika politik dan lebih mengedepankan ambisi untuk bisa menang pemilukada dengan segala cara. Termasuk mencuri start kampanye dengan memasang alat-alat peraga,” komentar Rahman.

Rahman berharap aparat pemerintah segera bertindak. Atribut kampanye yang sudah terpasang itu harus dilepas. Rahman beralasan, pembiaran pemasangan alat-alat peraga kampanye itu akan mendidik masyarakat untuk berlaku tidak fair. “Kalau elit-nya tidak menghormati etika politik dan cenderung suka melanggar aturan, ya nggak salah kalau rakyat kemudian berlaku tidak fair juga,” katanya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto tidak sependapat jika baliho, poster dan banner Cabub-Cawabub yang terpasang di tempat-tempat umum tersebut disebut sebagai atribut kampanye. Menurutnya, gambar-gambar itu masuk dalam kategori reklame, sehingga pihaknya tidak berwenang menurunkannya asal ada ijin tertulis dari Pemkab Tuban. “Gambar-gambar itu akan kami copot dan sita kalau pemasangannya tanpa ijin tertulis dari Pemkab. Kalau sudah ada ijin, ya silahkan. Itu kan media sosialisasi,” jelas Heri Muharwanto.

Senada disampaikan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Tuban, M. Minan. Menurutnya, pemasangan gambar-gambar cabub-cawabub tersebut tidak melanggar karena tidak masuk kategori kampanye. Poster, baliho dan banner itu, kata Minan, hanya berisi gambar calon dan nama, tidak ada kalimat ajakan untuk memilih. “Panwaslu baru akan bertindak kalau gambar-gambar itu disertai tulisan yang bertujuan mempengaruhi orang lain untuk memilih,” kata Minan. (jb8/jb1)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*