Banjir dan Angin Hancurkan Hasil Panen Petani

\"\"

GROBOGAN (jurnalberita.com) – Hasil panen para petani di kabupaten Grobogan Jawa Tengah musim ini kurang menggembirakan, terlebih lagi petani padi. Dibanding tahun lalu, jika satu batang padi bisa berbuah lebih dari dua puluh butir namun untuk panen kali ini satu batang padi hanya terdapat sepuluh sampai lima belas butir saja.

Hal itu disebabkan karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini sangat ekstrim. Beberapa waktu lalu banyak lahan persawahan terendam banjir ditambah lagi angin yang kencang mengakibatkan proses pernyerbukan dan pembuahan menjadi kurang sempurna.

Bahkan pada tahun inipun banyak lahan persawahan yang terserang hama wereng coklat. Panen padi tahun ini memang sangat kurang, seperti yang diungkapkan warga Desa Karang Wader Kecamatan Penawangan, Wardoyo.

“Hasil panen padi tahun ini merosot tajam. Jika pada tahun lalu bisa menghasilkan 5 – 6 ton tiap satu bahu, kali ini hanya menghasilkan 3 ton saja,” kata Wardoyo.

Bahkan biaya perawatannyapun sangat tinggi, tambahnya. “Belum lagi harga gabah basah di pasaran hanya Rp 2300 per kilogram, sangat sulit untuk menutup kekurangan biaya tanam padi pada bulan berikutnya,” ungkapnya. (jb13/jb1)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

3 Responses

  1. Saya doain warga karang wader,biar sukses dlm khdupn duniawi,wlapun saya bukan orank karang wader,tpi q wong ktopo,tetep wong ndso…

  2. Semoga warga karang wader tabah menghadapi ini, by cah Rt1/Rw1.

  3. kami yang di jakarta selalu berdoa dan berharap agar desa karang wader aman tenteram dan sejahtera, semoga pada saat kami kembali ke kampung halaman dapat memberikan kebahagiaan di kampung halaman, i love karang wader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*