Jumlah Kasus KDRT Menurun Dratis

\"\"

TUBAN (Jurnalberita.com) – Grafik kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menurun selama 2010. Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), LSM yang serius menggarap kasus KDRT di Tuban, mencatat, selama 2010 hanya terjadi 67 kasus KDRT. Padahal tahun sebelumnya,
tercatat sebanyak 110 kasus.

“Tahun2009 tercatat paling tinggi selama kurun waktu 2004-2010. Tapi, Alhamdulillah tahun 2010 menurun drastis,” jelas Nunuk Fawziyah, Direktur KPR, saat ditemui jurnalberita.com, Sabtu (8/1).

Menurut Nunuk, penurunan angka kasus KDRT tersebut mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan rumah tangga. Masyarakat semakin tahu bahwa melakukan kekerasan terhadap pasangan bisa dikenakan sanksi pidana sehingga timbul kesadaran mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Kendati demikian, lanjut Nunuk, pihaknya belum berani memastikan ke depan kasus-kasus KDRT akan semakin berkurang. Grafik kasus KDRT yang fluktuatif, selalu berubah setiap tahun, katanya, menjadi bukti bahwa aturan hukum yang memberi sangsi pidana pada pelaku KDRT belum sepenuhnya memberi efek jera. Hal itu timbulnya KDRT sebagian besar dipengaruhi faktor budaya masyarakat. “Masyarakat kita kan masih menganggap perempuan ada di bawah kaum laki-laki. Masih banyak orang yang beranggapan memukul istri atau menghardiknya merupakan sesuatu yang wajar,” jelasnya.

Untuk itu Nunuk berharap pihak-pihak terkait dan berwenang bersedia terus melakukan koordinasi agar kasus-kasus KDRT bisa dicegah. Dan yang paling penting, tambahnya, korban KDRT harus mendapat pelayanan dan jaminan serta perlindungan hukum yang pasti. “Banyak korban KDRT yang tidak berani melaporkan kasusnya karena takut makin ruwet. Banyak juga yang masih merasa minder (malu,red) karena menganggap hal itu sama dengan membuka aib keluarganya,” imbuh Nunuk.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Budi Santoso, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya selalu proaktif terhadap kasus-kasus KDRT. Balai penampungan korban KDRT telah dibangun di Mapolres Tuban sebagai tempat istirahat sementara bagi korban KDRT. Selain itu, pihaknya juga telah menghapus semua biaya penanganan kasus KDRT, termasuk biaya visum bagi korban di RSUD dr R Koesma Tuban. (jb8/jb2)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*