Lagi, ABG Dibawa Kabur Kenalan Dari FB

foto : Ilustrasi/ist

BANDUNG (Jurnalberita.com) – Situs jejaring sosial facebook (FB) kembali membuat para orang tua harus waspada dan memperhatikan pergaulan anak. Kali ini, siswi SMP BD Bandung, AN (14), menghilang dan diduga dibawa kabur S (20), pria yang dikenalnya melalui FB.

Sejak Kamis (20/1), AN yang tercatat sebagai warga Jalan Sariwates Indah, Antapani, Bandung tak kembali ke keluarganya. Terakhir, ia diketahui berada di warnet yang tak jauh dari rumahnya.

Sang Ayah, Wawan (61), akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Bandung. Keluarga AN menduga, bila siswi SMP tersebut dibawa kabur pria dari warnet tempat terkhir AN meminta ijin pergi.

Wawan menjelaskan, Selasa lalu usai pulang sekolah korban minta izin untuk ke warnet yang tak jauh dari rumahnya. Meski hari sudah beranjak sore, namun ia juga tak kunjung pulang ke rumah. Semua anggota keluarga dikerahkan untuk melakukan pencarian, termasuk ke warnet. “Sudah dua hari dicari tapi belum membuahkan hasil. Semua teman-temannya sudah ditelepon, hasilnya tetap nihil”.

Handphone AN yang dicoba dihubungi juga tidak aktif. Beberapa teman AN yang dihubungi juga tidak mengetahui keberadaan AN hingga membuat keluarganya menjadi stres. Informasi mengenai pria berinisial S yang dikenal AN melalui FB didapat dari seorang teman sekolah AN.. S, kata dia, berdasar pengakuan korban bertempat tinggal di Jalan Jembatan Opat, Kiaracondong, Bandung. “ Kami sudah mendatangi rumah itu, tapi tak ada korban. Seorang penghuni mengaku tak ada pria benama S”.

Wawan berharap polisi bisa menemukan anaknya yang sudah hilang hampir tiga hari ini. Saat dibawa kabur pria S, korban mengenakan kaos belang hitam, dan celana jeans hitam. Rambut panjang sepunggung, pakai sendal beralas kayu, kulit putih tinggi badan 150 cm. “Kami berharap, siapapun yang menemukan korban supaya melapor ke Mapolrestabes Bandung,” pintanya. (b8/jb2/*)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site