Geliat Pasar IT Tuban Menunjukkan Trend Positif

TUBAN (jurnalberita.com) – Pengusaha IT di Tuban patut bergembira. Pasar IT, terutama perangkat IT, menunjukkan trend positif sebulan terakhir. Fenomena ini membuat pasar IT di Tuban cukup optimis lantaran naiknya permintaan produk IT di Tuban sejak 2008.

“ Kenaikan permintaan cukup tinggi, sampai 50 persen lebih,” kata M. Samsul Huda SE, pengusaha IT, Selasa (15/2). Menurut Samsul, trend positif itu akan terus berlanjut hingga setahun ke depan.

foto : Ist

Penyebabnya, perkiraannya, selain karena adanya kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan dengan mewajibkan guru-guru dan siswanya menguasai IT, industrialisasi yang sedang berproses di Tuban mendorong iklim pasar produk IT membaik. Industrialisasi, kata Samsul Huda, telah merubah orientasi ekonomi masyarakat.

“Masyarakat sekarang semakin sadar pentingnya informasi untuk  meningkatkan derajat ekonominya. IT saat ini sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi sebagai barang mewah seperti lima atau sepuluh tahun lalu,” tambah Samsul Huda.

Lebih menggembirakan lagi, lanjut Samsul Huda, saat ini orientasi pasar masyarakat sudah bergeser pada kualitas produk, bukan lagi pada harga. Terbukti semakin tingginya penjualan produk-produk IT bermerek semisal Toshiba, Accer dan Sonny. Tahun-tahun sebelumnya, konsumen IT di Tuban masih terpengaruh harga.

Banyak konsumen yang memilih produk-produk replika atau produk-produk IT dari Cina yang harganya lebih murah dibanding beberapa merek tersebut di atas. “Setelah tahu produk replika dan Cina yang murah itu banyak kelemahan, kini konsumen lebih mempertimbangkan kualitas dibanding harga,” kata Samsul.

Samsul mengaku, memasuki 2011 omzet penjualannya meningkat pesat. Hingga bulan Pebruari ini, rata-rata penjualan produk IT jenis Laptop sebanyak 5-7 unit per hari.

Sedang untuk komputer PC, Samsul Huda mengaku terjadi penurunan. “Saat ini permintaan komputer PC menurun satu unit per hari. In berarti kebutuhan masyarakat terhadap IT memang cukup tinggi,” tambahnya.

Praktisi IT, Didik Arif Wibowo membenarkan, bila prospek pasar IT di Tuban sangat bagus. Bagi Didik, trend positif ini harus dijawab oleh para pelaku bisnis IT, terutama yang bergerak pada bidang pengadaan barang atau distribusi. Ia melihat, masih terdapat celah yang membuat trend positif tersebut bisa jadi justru menghasilkan kenyataan sebaliknya, jika tidak disikapi dengan positif oleh pelaku pasar IT.

“Salah satu kelemahan pasar IT di sini, masih kurangnya persediaan  sparepart, sehingga harganya masih relatif tinggi dibanding Surabaya. Kalau dalam waktu dekat kekurangan ini tidak segera diatasi, pasar IT Tuban akan melemah, karena konsumen akan mengalihkannya ke Surabaya atau kota lain yang bisa melayani kebutuhannya,” jelas Didik.

Terlebih, orientasi pasar masyarakat juga telah bergeser ke mutu barang. Artinya, konsumen IT di Tuban saat ini mengharapkan adanya pelayanan pasar yang betul-betul perfect, terutama konsumen industri. Didik khawatir, peluang pasar yang masih terbuka lebar ini akan dimanfaatkan pelaku pasar dari luar Tuban, jika para pengusaha IT di Tuban tidak segera meresponnya. (jb8/jb2)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site