Harga Jual Gabah Di Tingkat Petani Anjlok

GROBOGAN (Jurnalberita.com) – Harga jual gabah hasil panen musim tanam I (MT I) di tingkat petani anjlok. Semula, harga gabah kering panen (GKP) berkisar antara Rp 2.600 – Rp 2.700 per kilogram, kini menjadi Rp 2.200 – Rp 2.300 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan sebagian petani di Kabupaten Grobogan.

“Harga gabah anjlok, belum lagi hasil panen yang menurun akibat anomali cuaca dan serangan hama wereng. Ini membuat petani semakin susah,” tutur Narto, petani asal Gabus, kepada wartawan. Hal senada juga dikatakan H Kusdiono, dari Asosiasi Perberasan Grobogan (APG).

\"\"

Ia mengatakan, produksi padi petani memang turun karena adanya pengaruh anomali cuaca. “Belum lagi sebab lain seperti adanya hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi berumur 1-2 bulan,” ungkapnya.

Pedagang hasil bumi asal Danyang, Kecamatan Purwodadi ini juga menjelaskan, harga GKP juga mengalami penurunan. Hal itu, kata Kusdiono, disebabkan karena kualitas gabah yang rendah dengan kadar air tinggi.

Kendati demikian, menurut Kusdiono, seharusnya saat ini pemerintah sudah saatnya menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah. Mengingat HPP gabah dan beras yang diterapkan pada tahun 2011 ini masih berdasar Inpres Nomor 7/2009.

“Jika masih berpatokan pada Inpres tersebut, petani akan terus merugi, mengingat biaya produksi gabah dan padi sudah tinggi. Kalau boleh usul, sebaiknya HPP di tahun 2011 dinaikan sepuluh persen dari HPP sekarang yang berada pada harga Rp 2.650 per kilogram,” katanya.

Terpisah, Kepala Gudang Bulog 104 Depok Purwodadi, Teguh Widiyanto SH enggan berkomentar menganai hal tersebut. Ia beralasan jika semua keterangan pers harus melalui Humas Dolog Distrik Semarang.

“Pagi tadi (Senin 14 /2, red) kami mendapat fax yang isinya, semua keterangan pers harus melalui Humas Distrik Dolog Semarang Jawa Tengah,” tegas Teguh menjelaskan alasannya menolak berkomentar. (jb13/jb2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*