M Khoirul Abduh Pimpin PWPM Jawa Timur

Suli Da’im Mendukung Penuh

Suli Da'im.

SURABAYA (jurnalberita.com) - Muhammad Khoirul Abduh, warga Jombang yang berprofesi sebagai guru ini diamanahi oleh peserta Muswil Pemuda Muhammadiyah XIV Jatim menduduki jabatan Ketua PWPM (Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah) Jatim periode 2010-2014, dengan menyabet 254 suara pada Musywil Pemuda Muhammadiyah Jatim, Sabtu (5/2/2011) yang berakhir pukul 23.30 Wib.

Kepemimpinan Abduh ini diharapkan makin memperkokoh roda organisasi kepemudaan Muhammadiyah, sekaligus memajukan potensi dan keahliannya. Namun, banyak pihak mengakui pula bahwa moralitas sosok Abduh tak perlu diragukan, hanya saja akses di jajaran birokrasi sangat lemah. Apakah tidak membuat ketimpangan jalannya organisasi PWPM Jatim?

Suli Da’im yang baru menyerahkan tongkat kepemimpinan PWPM Jatim kepada Khoirul Abduh itu, langsung disongsong bahwa persoalan gerak dan gagrak adik-adik untuk memenuhi standar diperlukan bimbingan dan saya sebagai senior akan mendukung penuh.

“Kita tidak lepas tangan begitu saja, tapi kita back-up fully,” lontar Suli Da’im yang kini duduk sebagai sekretaris fraksi PAN di DPRD Jatim ini.

Hal sama dikatakan oleh Ketua Fraksi PAN Kuswijanto, soal kekuatan komunikasi dengan jajaran birokrasi bagi sosok Abduh akan dibantu sepenuhnya oleh Suli Da’im. “Karena posisinya sebagai senior akan membimbing dan membantu kelancaran komunikasi dengan jajaran birokrasi Pemprov Jatim,” tutur Kuswijanto yang juga Sekretaris PAN Jatim itu.

Sedangkan menurut tokoh senior Hisbul Waton Jatim, Muslimin, bahwa Abduh ini guru yang konsisten dan tangguh dalam menjalankan amanah. Oleh sebab itu, Pemuda Muhammadiyah Jatim akan menunjukkan gagrak kemajuan yang pesat dalam 2-3 semester kedepan akan bisa dilihat kenyataannya.

“Kendati harus diakui, kalau PWPM Jatim termasuk bagian tak terpisahkan dengan Muhammadiyah Jatim ini. Maka peranannya di sisi kepemudaan diharapkan makin monumental, ya paling tidak kekuatan akal dan kecakapan akan didorong oleh semua pihak terkait. Agar pencerahan pasca peringatan Satu Abad Muhammadiyah, bisa dirangkai dan dirasakan secara konkrit oleh warga Jawa Timur,” ungkap Muslimin yang dikenal sebagai macan podium dan tokoh gaek politisi yang kritis di masa kejayaan rezim Soeharto. (jb5/jb1)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site