Sugiri : Kemenangan Ini Kemenangan Rakyat

\"\"

PACITAN (Jurnalberita.com) – Menanggapi terpilihnya pasangan Drs Indartato MM sebagai Bupati Pacitan dan Drs H Prayitno MPd sebagai Wakil Bupati Pacitan periode 2011-2016, yang djadwalkan hari ini dilantik, Anggota DPRD Jatim dari Partai Demokrat, Sugiri Sancoko mengakui, selama ini memang muncul konstruksi makna, bahwa kemenangan selalu diindentikkan dengan hasil akhir.

Kemenangan mematri prestise, kekuasaan dan legitimasi. Kerap kali juga diikuti oleh egosentrisme dan rasionalitas pragmatis guna mencapai kegemilangan dari kemenangan.

“Tak ada yang salah dengan hasil akhir kemenangan, terlebih jika didukung oleh kualitas proses yang menjunjung tinggi keluhuran makna kemenangan itu sendiri,” tukas Sugiri.

Makna kemenangan Pemilukada , lanjutnya, bisa dikonstruksi oleh cara pandang kita. “Sangat mungkin, kemenangan berorientasi hasil akhir (goal oriented) dan terlepas dari moralitas, seolah-olah sahih dan menjadi realitas obyektif. Kita menyadari, bahwa realitas obyektif, merupakan suatu kompleksitas definisi realitas (termasuk cara pandang dan keyakinan ) serta rutinitas tindakan yang telah mapan terpola,” tukasnya.

Secara umum menurut Sugiri, dihayati oleh individu sebagai fakta substansi penyelenggaraan Pemilukada adalah kekuasaan rakyat. Jika Pacitan memilih salah satu pasangan dan menang dalam satu kali putaran, itu harus diterima sebagai hakekat demokrasi. Begitu juga sebaliknya, semahal apapun ongkosnya, demi demokrasi yang jujur dan adil, berapa putaran pun Pemilu toh harus tetap dilaksanakan.

Untuk itu, lanjutnya, mestinya kita bisa mengawal kemenangan ini dengan berupaya untuk mensikapinya dengan bijak. Satu, dua atau berapa putaran pun, hanyalah persoalan konsensus untuk melahirkan pemenang yang mengantongi mandat kekuasaan.

“Harus disadari bersama, kemenangan ini adalah mutlak kemenangan rakyat.  Jadi, kemenangan  ini tidak boleh ada yg meng ‘aku’. Karena hanya berkat rahmat Tuhan dan sepenuhnya milik rakyat Pacitan,” Ujar Pentolan Gerdu Biru ini bijak.

Dalam pandangannya, hendaknya kemenangan ini disambut  dengan teduh, khusyuk dan jauh dari dansa dan pesta pora. “Kemenangan mestinya setabah arang yang rela dirinya terbakar untuk menanak nasi di tungku harapan masyakat pacitan.  Kemenangan itu seiklas sapi betina yang sedang menyusui ratusan ekor anaknya. Kemenangan itu merangkul semua pihak, menggandengnya untuk bersama berkeringat, berfikir, berharap serta berbakti pada ruang equitas yg hendak di gapai,” tuturnya panjang lebar.

Kemenangan adalah gamelan yang masing masing beda bunyi, namun rancak dan saling sadar kapan saatnya berbunyi kapan jeda dan kapan berhenti. Kemenangan adalah transaksi dengan Tuhan untuk sebuah amanah suci  dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban.

Kemenangan adalah tahapan, proses adaptasi untuk mengimplementasikan harapan, tanggung jawab untuk memikul beban.  “Seiring waktu, marilah kita bersama-sama membuat penyadaran bahwa sesungguhnya kerja kita, kesadaran memilih kita, kerelaan untuk berempati baik material maupun immaterial adalah untuk menjadikan Pacitan lebih baik dan sejahtera,” pungkas Giri. (jb15/jb2)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*