Eksekutif ‘Lepas’ 3 Aset Pemprov Dibawah NJOP

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Komisi C bidang Keuangan dan Anggaran DPRD Jatim memanggil jajaran Eksekutif yang terkait pelepasan tiga aset Pemprov Jatim. Mereka diadili dan dikupas habis, terkait teknis pelepasan aset melalui pola tukar guling, Jumat (25/3/2011).

“Kami akan memanggil tiga dinas terkait asetnya Pemprov Jatim yang akan ditukargulingkan itu, termasuk instansi lain yang terkait langsung dalam hal tersebut,” tutur Nyai Hajjah Kartika Hidayati, selaku Ketua Komisi C di ruang kerjanya.

Pelepasan aset berupa tiga gedung perkantoran di kawasan A. Yani Surabaya, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perhubungan & DLLAJR Jatim ini, akan ditukargulingkan dengan pihak swasta yang nilainya jauh di bawah NJOP dan harga pasar umumnya.

“Kami tidak ingin terburu-buru asal melepas aset yang bernilai strategis dan prospek ekonominya sangat tinggi, apalagi kompensasinya cenderung tidak proporsional dan tidak masuk akal,” lontar Kartika yang juga anggota PKB Jatim ini. Dan terkait hal ini, Dia akan mengajak hearing para kepala dinasnya.

Menurut data yang tercatat dalam Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) di kawasan ketiga aset tersebut senilai Rp 8 juta per meter. Dan harga pasaran umum mencapai Rp 15-20 juta per meter. Kawasan jalan Ahmad Yani Surabaya ini, termasuk kategori Gold District Business (Area Bisnis Emas).

“Kita tidak menolak gagasan dan ide Pakde Karwo selaku Gubernur Jatim yang akan me- ruislag perkantoran di wilayah itu. Namun, semua harus berpijak pada akal sehat yang proporsional. Karena semua kebijakan Pemprop Jatim ini, akan disorot oleh rakyat. Dan kita tidak ingin dicibir rakyat kita sendiri,” jelas Suli Da’im, anggota Komisi C dari PAN Jatim.

Data sementara, luas lahan tiga perkantoran itu mencapai 6,66 hektar, dikompensasikan dengan nilai uang, minimal setara Rp 400 Miliar. Namun oleh PT Sucofindo, dihargai jauh di bawah nilai tersebut.

Sementara itu, Wagub Jatim, Saifullah Yusuf melemparkan wacana, tukar guling (ruislag) ini hanya penukaran antar gedung tanpa duit sepeserpun.

“Kita ingin tukar guling tanpa uang sama sekali,” lontar Gus Ipul, panggilan akrabnya kepada jurnalberita.com, seusai sidang pleno di DPRD Jatim (25/3/2011).

Namun hal ini dinilai oleh beberapa anggota DPRD Jatim, bahwa yang dilontarkan Gus Ipul itu, wacana yang tidak proposional. “Itu palsu-palsu, alias tidak jelas. Mana ada bisnis terkait pelepasan tanah tanpa uang? Untuk mengurus KTP saja pakai duit kok,” celetuk anggota Komisi C yang minta namanya jangan dicantumkan. (jbc5/jbc1)

 

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*