Harta Karun Diburu, Pemkab Tak Miliki Data Kapal

Perahu yang digunakan para pekerja untuk mengangkut bangkai kapal. (yadi/jurnalberita)

TUBAN (Jurnalberita.com) – Wilayah perairan laut Tuban ternyata masih menjadi primadona bagi pemburu harta karun. Banyaknya kapal yang tenggelam beberapa puluh atau bahkan ratusan tahun lalu, menjadi incaran para pemburu. sayangnya hal itu justru merusak kehidupan bawah laut sekaligus membuat nelayan menjadi sepi tangkapan.

Meski menjadi lokasi pencarian harta karun, lantaran banyaknya kapal dari negara seperti China, Belanda serta Jepang yang tenggelam di wilayah perairan laut Tuban ratusan tahun lalu, namun hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tak memiliki data mengenai kapal yang tenggelam lantaran kendala dana.

Penemuan berbagai barang antik milik bangsa China, berupa keramik, milik tentara Tar Tar maupun pedagang China yag kapalnya tenggelam di wilayah tersebut, menjadi bukti bila perairan laut Tuban menyimpan banyak kekayaan yang bernilai tinggi. Hal itulah yang membuat para pemburu harta karun melakukan aktivitas dan kegiatan untuk mencari sisa harta yang sudah terkubur dalam laut.

Tak hanya harta karun, bangkai kapal yang dapat dilihat dengan mata telanjang bila laut tengah surut, kini juga menjadi buruan masyarakat dari luar daerah Tuban. Diduga kegiatan yang mereka lakukan tanpa memiliki ijin dari pihak terkait alias ilegal.

Semenatra Dinas Kelautan maupun Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Tuban tidak berupaya untuk mendata kapal yang tenggelam sebagai cagar budaya maupun rumpon (rumah ikan, red) pengganti karang, yng harus dijaga keberadaannya.

Maria, Kasubag Fisik dan Prasarana Bapeda Tuban saat ditemui di kantornya mengakui bila phaknya hingga kini belum memiliki data kapal yang tenggelam di perairan Tuban dan tak mengetahui secara pasti ada berapa titik kapal yang tenggelam di laut Tuban.

“Sementara ini, yang memiliki data kapal tenggelam di laut Tuban hanya Bagian Oceanografi di Jakarta. Kami mau memetakan terkendala masalah dana yang tidak ada,” ujar Maria.

Ditempat terpisah, Letkol Laut B. Gunawan, Kadispotmar Lantamal Surabaya saat dihubungi jurnalberita.com, Selasa (15/3) mengatakan pihaknya serta anggotanya yang bertugas di Tuban hanya bertugas sebatas menjaga keamanan laut Tuban. “Kewenangan masalah itu ada pada  Dinas Kelautan Kabupaten Tuban dan Musium Tuban,” ujar B. Gunawan saat berkunjung di Tuban.

I menuturkan, Dinas Kelautan serta Bagian Museum dan Purbakala Kabupaten Tuban harus sinergis dan mengusulkan ke Kepurbakalaan Jawa Timur, selanjutnya menyampaikan ke pihak TNI AL dan Kepolisian untuk mengamankan bangkai kapal yang sudah menjadi cagar budaya di dasar laut Tuban. “Sehingga kita bisa mengamankan lokasi yang menjadi cagar budaya di perairan laut Tuban dari aksi pencurian,” jelasnya. (jb3/jb2)

Tags: , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

32 Responses

  1. seharusnya pemerintah lebih tangap dalam menangani kasus ini, karena penemuan ini bermanfaat bagi masyarkat Tuban. Selain sebagai tempat wisata juga bsa buat pengetahuan sejarah yang sangat berharga.
    Bagaimanakah kinerja BPD sampai tidak tahu akan data tersebut, apakah mereka hanya duduk manis sambil menikmati kekuasaan saja???
    saya berharap bupati yang baru dapat memecahkan permasalahan ini n’ memberi solusi yg bagus.

  2. seharusnya pemerintah harus segera bertindak karena ini adalah salah satu aset sejarah Tuban yang sangat berharga dan dapat memberikan banyak ilmu bagi semua, terutama pelajar seperti kita

  3. seharusnya pemkab tuban jangan sampai membiarkan para pemburu harta karun mengambilnya,lebih baik pemkab tuban mangambil harta karun itu dan di taruh di musium.,
    untuk generasi kita mendatang..
    jangan pemkab pura-pura tidak tahu dan tidak mau ikut campur dalam masalah ini,karena ini(harta katun) sangat berharga unuk masyarakat tuban kususnya.,,

  4. seharusnya pemkab Tuban lebih peka terhadap peninggalan aset sejarah satu-satunya yang ada di Tuban, menjaga laut dari pemburu harta karun dan menjaga aset sejarah itulah hal yang terpenting. karena itulah bukti yang jelas bahwa Tuban tempo doloe merupakan tempat sejarah bagi bangsa.

  5. Apa Pemkab. Tuban tidak punya uang untuk mendata harta karun peninggalan saudagar atau bangsa lain yang tenggelam di laut Tuban ratusan tahun lalu…???

  6. seharusnya pemkab tuban lebih tanggap mendata secara terperinci apa saja yang bisa dimanfaatkan di kota tuban dan dapat mengolahnya dengan baik

  7. Seharusnya Pemkab tuban lebih cepat tanggap dan menaggani tentang adanya banyak peninggalan sejarah yg terdapat di laut tuban…

  8. pemerintah harus lebih tanggap dong. ini adalah aset sejarah paling berharga di kota Tuban.

  9. okkkkkk……..

    pemkab tuban,,,, wajib,,,and harus lebih tanggap, buat menangani masalah ini… ini sangat penting bagi warga kota tuban, tolong diterima, dan ditanggapi…. ini aset penting,,,, Ok….♥

  10. ♠♣◘•○♠♥☻☺
    ♠♣◘•○♠♥☻☺moga – moga bupati baru bisa merubah semuanya yang kurang di kabupaten ini
    ♠♣◘•○♠♥☻☺

    WS

  11. apa pemkab tuban rela jika harta karun yang ada di tuban jatuh kepada
    pemburu harta karun>>>>><<,,,,,,,,,,,,,

  12. seharusnya pemkab tuban lebih peka dan cepat tanggap untuk hal ini, harta karun itu sangat berharga.
    dan semoga saja dengan terpilihnya bupati baru ini bisa lebih memperbaiki laut tuban.

  13. cerita lama..mereka hanya bekerja keras demi keluarga ditengah ketidak mampuan pemerintah dlm menciptakan lpangan kerja.mereka hnya mencari,bukan mencuri krn dr yg sy dengar,perkapal/perahu dikenakan pajak beratus2 juta oleh pemerintah.entah itu pajak resmi atau pajak masuk kantong sendiri,sy tdk tau.belum lg perminggunya harus ‘ngasih jatah’ ke aparat.itu dr yg saya dengar.ini bkn rahasia,sy yakin tiap org pesisir tuban dan org2 pemerintah dah mengetahui.

  14. tdk ada dana untuk mendata adalah alasan paling konyol dan paling kuno dr aparat pemerintah.pdhl itu adalah krn kemalasan diri mereka.seperti yg kita tau,pegawai pemerintah hny suka masuk kantor saja.pikiran mereka mati.asal dpt gaji,cukuplah,buat apa kerja keras.saya pikir adalah sangat mudah.pertama yaitu lokasi.tiap nelayan tau semua posisi kpl tenggelam dituban.tanyain mereka,pasti ketemu krn para nelayan sudah taruh tanda dgn tujuan untuk dipancing ikannya.kedua,kerahkan penyelam.bkn mahal,tp murah,itu kalau mau jujur dan ga korupsi.

  15. ni saya kasih tau gambaran kasarnya.diutara ngaglik ada kpl belanda,diutara jenu ada 1 kpl inggris yg sdh terbelah menjdi 2 bagian.para nelayan memangilnya kapal buntung.di utara tmbak boyo ada 1kpl.smua itu berada di kedalaman antara 15 sampai 25 meter atau antara 5 sampai 8 mil dr pantai.jangan habiskan uang rakyat hny untuk bermalas2an.sy yakin anda seorang sarjana.jika anda hnya rajin masuk kantor tanpa berpikir dan bekerja secara nyata,lbh baik mundur saja,ganti dgn yg lulusan taman kanak2 saja krn ga ada bedanya.

  16. Ketidak mampuan aparat atau ada maksud yang lain ….?

  17. Sudah berapa ratus juta harta karun di laut Tuban – Jatim yang sudah diangkat oleh penjarah …?

  18. Kok Diam aja Pemkab Tuban maupun Aparat kemanan bila orang yang tidak bertanggung jawab menjarah harta karun di laut Tuban …?

  19. aaaaaa . . . . .
    apa2 koq ngga’ diurusin.
    ini adalah milik kita. jangan sampe orang laen yang menikmatinya, sementara kita hanya bisa meratapi kekalahan kita

  20. Kalau ada surat ijin nya tentu ada uang restrebusi yang masuk ke Pemkab.Tuban Kalau pemburu itu tidak memiliki surat ijin pengambilan bangkai kapal di laut itu yang perlu ditanyakan …..?

  21. Pemkab Tuban atau Dinas Kelautan apa sudah pernah melayangkan surat ke pihak POLISI tentang pengambilan bangkai kapal yang tenggelam di laut Tuban ….?

  22. susah klo masalah perut bos ….
    suap sana-sini dah lancar masalah, ada backup bisnis lancar….

  23. seharusnya pemerintah tuban lebih tegas dan efektif menangani ini, bila harta karun/peninggalan sejarah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. kota tuban dan masyarakat sekitar bisa mendapat keuntungan yang besar.

  24. seharusnya pemerintah tuban lebih tegas dan efektif untuk menangani hal tersebut agar perburuan harta karun ilegal yang terjadi di wilayah perairan laut tuban agar para pemburu harta karun ilegal tidak dapat merusak kehidupan bawah laut dan menjadikan nelayan sepi tangkapanya

  25. kalau uang udah di saku pasti akan aman dan lancar-lancar saja dan semua itu mencerminkan betapa bobroknya sistem sekarang ini, semua serba amburadul………

  26. Pol Airud Polda Jawa Timur yang ada di Sedayu Lawas kok tidak bereaksi dengan adanya pengambilan bankai kapal peninggalan pereang Dunia II oleh sekelompok orang di perairan Tuban !
    Ada apa pak Polisi Airud ….?

  27. kami memohon bantuan dari Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur supaya turun ke lapangan untuk para pencuri bangkai kapal peninggalan Perang Dunia II di perairan Tuban.
    Bangkai kapal tersebut sebagai rumah ikan sebagai sumber nafkah buat para nelayan !!!

  28. Apakah Dinas terkait sudah tidak memperdulikan lagi nasib nelayan sehingga membiarkan para pencuri bangkai kapal demi kepentingan pribadi nya ….?

  29. Pemerintah tuban harus lebih tegas dan efektif agar peninggalan yang ada tidak di curi oleh pemburu ilegal, serta mengupayakan kapal yang tenggelam dijadikan sebagai cagar budaya maupun rumpon (rumah ikan, red) pengganti karang, yng harus dijaga keberadaannya.
    barang-barang peninggalan sejarah ini juga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga bisa memperoleh keuntungan yang besar.

  30. Rencana kerja yg gak jelas,ini perlu diawasi jangan 2 ada udang diatas pelas hehehe soal apa kalau tidak soal anggaran kwkwkw….?

  31. Aneh bin ajaib yg gak nampak di urus tapi yg nampak gak di usil itu? makam cagar budaya sunan bonang berobah drastis yg jelas2 dilindungi UUd dilanggar g terusik,tp barang antik yg didalam lautan g nampak kok diungkit 2 ada apanya ya …?jangan2 hanya masalah biar dpt anggaran saja…?

  32. Kalau sudah ada korban dari pengambilan peluru oleh werga maka berbondong bondong Polisi mengamankan penyelam pemilik bom di Palang hasil pengambilan di bangkai kapal perang di laut Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site