Keberatan Vonis Hakim, Lucas Ajukan Banding

Shim Jae Hun alias Lucas. (koirul/jbc)

SURABAYA (Jurnalberita.com) – Sidang lanjutan perkara batu mangan dengan terdakwa Shim Jae Hun alias Lucas, kembali digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, (22/3) dengan agenda pembacaan vonis. Sidang yang diketuai Majelis Hakim, Gusrisal memutuskan untuk menjatuhkan vonis kepada terdakwa selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 500 juta. Terdakwa pun mengajukan banding.

Seperti yang diketahui, Lucas didakwa oleh JPU, telah melangar ketentuan sebagaimana diatur, dan diancam pidana dalam pasal 160 ayat 2, Undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batubara, jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Menariknya, usai sidang pembacaan vonis, M. Sholeh SH, penasehat hukum terdakwa, Shim Jae Hun alias Lucas mengatakan dihadapan wartawan bila sidang terhadap kliennya merupakan sidang yang menyesatkan.

“Dalam dakwaan, bahwasanya soal pemalsuan dokumen ijin terkait ESDM. Tapi dalam putusannya bukan soal tersebut. Ternyata, dalam putusan yang dibacakan majelis hakim adalah soal perijinan pertambangan,” terang Sholeh, dengan nada sedikit emosi sesaat usai sidang.

Sholeh mengungkapkan, bila pada awal jalannya persidangan, kliennya dijerat kasus pemalsuan dokumen surat – surat  ijin ESDM, “Anehnya, dalam putusan tersebut, terdakwa dikenakan pelanggaran perijinan tentang pertambangan,” ujar Sholeh.

Usai pembacaan putusan oleh majelis hakim, terdakwamengajukan banding atas putusan tersebut. Terdakwa keberatan dan merasa bila sidang berlangsung tidak adil.

“Seperti yang dikatakan oleh kuasa hukum saya, Kalau saya dijerat dengan kasus tentang ijin pertambangan, maka banyak para penambang yang ada, hampir tidak berijin. Tapi kenapa tidak dilakukan penindakan oleh pihak instansi dan aparat terkait,” ujar Lucas usai sidang. (jbc4/jbc2)


Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

CAPTCHA Image