Kejaksaan Tahan Kades Manyar Sidomukti

\"\"

GRESIK (Jurnalberita.com) – Kepolisian Resor (Polres) Gresik akhirnya melimpahkan dua tersangka yakni kepala desa (Kades) Manyar Sidomukti,  Achmad Fauzy (44), warga Jl. Kyai Sahlan Desa Manyar Sidomukti Kecamatan Manyar dan Achmad Chasin SAB (32), warga Desa Manyar Sidomukti, yang juga perangkat desa setempat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Rabu (16/03). Keduanya pun akhirnya ditahan pihak kejaksaan.

Penundaan pelimpahan tahap kedua yang sedianya dilakukan beberapa hari lalu ditunda lantaran adanya unjuk rasa yang dilakukan puluhan orang, yang mengaku warga desa Manyar Sidomukti, di kantor Kejari Gresik serta meminta agar keduanya ditahan bila berkas perkara atas keduanya dilimpahkan ke kejakasaan.

Kedua tersangka yang dijerat pasal 263 dan  374 KUHP ini, diterima oleh jaksa penuntut umum (JPU) Rimin SH di kantor Kejari Gresik, sekaligus menjalani pemeriksaan. Keduanya diperiksa jaksa Rimin SH sejak pukul 09.30 WIB dengan didampingi kuasa hukum mereka.

Setelah pemeriksaan dirasa cukup, Rimin SH langsung membuat penetapan agar kedua tersangka tersebut ditahan di rutan Cerme Gresik. Sebelum, diterbitkan surat penahanan, kuasa hukum kedua tersangka sempat mengajukan permohonan agar keduanya tidak ditahan. Namun, permohonan tersebut ditolak dan keduanya langsung dikirim ke rutan Cerme sekitar pukul 15.00 WIB.

“Berkas perkara atas tersangka Kades Manyar Sidomukti, Achmad Fauzy dan Chasin sudah dinyatakan P21. Pihak penyidik Polres Gresik mengirimkan barang bukti dan tersangka (pelimpahan tahap kedua, red) pada hari ini,” terang Rimin.

Masih menurutnya, Kades Manyar Sidomukti, Achmad Fauzy bersama-sama dengan Achmad Chasin SAB disangka telah melakukan dan menyuruh melakukan atau turut melakukan peristiwa pidana dengan cara memegang barang yang berhubungan dengan pekerjaannya atau jabatannya dengan mendapatkan upah.

Tidak hanya itu, keduanya juga disangka telah melakukan pemalsuan tanda tangan dengan tidak memberikan uang tunjungan yang bersumber dari APBD Pemkab Gresik kepada korban, Khoirudin, saat itu menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Desa Manyar Sidomukti, sebesar Rp.2.400.000  kuartal pertama, sejak bulan Januari hingga April 2009.

“Meskipun ditingkat kepolisian tidak ditahan, akan tetapi kami punya kewenangan untuk melakukan penahanan, karena pasal yang disangkakan merupakan tindak pidana yang dapat ditahan. Untuk itu, kami melakukan penahanan pada keduanya,” tegasnya. (jb6/jb2)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

45 Responses

  1. IKUT TERHARU DENGAN PENAHANAN SOSOK KEPALA DESA MANYARSIDOMUKTI YANG DIJADIKAN PEMERKOSAAN KEADILAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA . KAMI ATAS NAMA PAGUYUBAN KEPALA DESA KABUPATEN GRESIK AKAN MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT KEPALA DESA YANG TERANIAYA .

    MARI KITA BANTU TEMAN2 DALAM PENEGAKAN HUKUM UNTUK MEWUJUDKAN SUATU KEADILAN YANG SESUNGGUHNYA AMIN,

  2. KEJAKSAAN GRESIK Terlalu memaksakan diri untuk menahan kade$$$$$ manyarsidomukti

  3. ora terlalu maning jo tapi kebangeten…………………