Pattiro Soroti Amburadulnya Distribusi Raskin

GRESIK  (Jurnalberita.com) – Pendistribuan beras bagi masyarakat miskin (Raskin) di Kabupaten Gresik mendapat sorotan tajam dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik. Mereka menilai, terdapat 12 desa di 4 kecamatan yang pendistribuannya tidak tepat sasaran.

 

Konferensi pers yang dilakukan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik, menyoroti masalah distribusi Raskin di Kabupaten Gresik. (jbc6)

Hal ini diungkapkan dalam pers conference di Rumah Makan Mutira Senin, (28/03). Menurut Koordinator Pattiro Gresik, Idham Chaliq, 12 desa yang pendistribusian Raskin tak tepat sasaran,  lantaran banyak warga yang tidak masuk kategori warga miskin namun mendapat jatah Raskin, diantaranya adalah Desa Banyu Tengah dan Campurejo di Kecamatana Panceng, Desa Tlogopojok dan Lumpur di Kecamatan Gresik,  Desa  Pacuh dan Desa Klotok di Kecamatan Balongpanggang serta Desa Samir Plapan dan Desa Sumengko di Kecamatan Duduk Sampean.

“Berdasarkan pengamatan kami, tidak tepatnya distibusi tersebut dikarenakan buruknya pendataan yang dilakukan oleh BPS. Hal ini, menimbulkan konflik di masyarakat, karena jatah yang seharusnya diberikan kepada warga miskin jatuh pada kelompok masyarakat lain, yang notabene  bukan warga  miskin,” kata Idham dihadapan wartawan..

Tak hanya itu, Raskin, yang seharusnya diterima warga miskin sebesar 15 Kg perbulan menjadi 10 Kg perbulan, sehingga masyarakat miskin banyak yang dirugikan. “Penguranagan jatah beras tersebut dilakukan oleh perangkat desa untuk masyarakat yang bukan warga miskin,” terangnya.

Masih menurutnya, harga beras yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp.1.600/kg, namun pada kenyatannya, dilapangan harga beras tersebut menjadi Rp.1.700/kg. Tak hanya itu, mereka juga diharuskan membayar tambahan biaya untuk operasional dan transportasi dari titik distribuasi.

“Bila hal ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan akan terjadi konflik di masyarakat. Untuk itu, kami meminta instansi terkait yang menangani Raskin segera membenahinya,” ujarnya.

Selain buruknya penyaluran Raskin, lanjut Idham Choliq, Pattiro Gresik juga menilai hampir seluruh rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) di 12 desa tersebut, setelah diteliti tidak tahu berapa jatah Raskin yang mereka peroleh.

“Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan penyelewengan, maka pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Gresik untuk melakukan monitoring dan sosialisasi serta pendataan yang baik, sehingga angka penyelewengan dapat sepenuhnya ditekan,” tegasnya. (jbc6/jbc2)

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site