Pemkab ‘Ngos-Ngosan’ Atasi Dampak Bencana

Bupati Ponorogo, Amin.

PONOROGO (jurnalberita.com) – Sering terjadinya bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor di wilayah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur (Jatim), yang hingga kini bencana masih terus terjadi, membuat pemerintah kabupaten (pemkab) setempat berharap ada bantuan dana dari pemerintah propinsi untuk mengatasi dampaknya.

Diakui Bupati Ponorogo, Amin, intensitas bencana di wilayah Ponorogo cukup tinggi. Sebenarnya pihak pemkab sudah berupaya untuk proaktif, namun jika hanya mengandalkan dana APBD, anggarannya pasti tidak mencukupi. Sebab, dilain hal, masih memerlukan anggaran lain untuk guna melaksanakan pembangunan pada sektor-sektor prioritas yang belum terpenuhi.

“Kita berharap pihak propinsi memberikan bantuan. Utamanya untuk perbaikan sejumlah sarana umum yang rusak, tentunya nanti sharing dengan daerah,” harapnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel diterjang tanah longsor, Minggu (27/3/2011) malam kemarin, yang menghancurkan sebuah rumah. “Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur hampir seharian,” ujar Marnianto, cucu korban Kasemi, Selasa (29/3).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi seluruh bagian rumah hancur. Kini Kasemi terpaksa tinggal di rumah kerabatnya. Menurut Marnianto, longsor terjadi setelah material tanah dari bagian bukit di

Pemkab Ponorogo berharap pihak propinsi memberikan bantuan, terutama untuk perbaikan sejumlah sarana umum yang rusak. (foto:jbc15/jbc)

samping rumah longsor, dan kondisi kian memburuk setelah hujan tak kunjung reda. Bahkan sebatang pohon cengkeh dengan ukuran cukup besar jatuh dan menimpa atap bagian depan rumahnya. Tidak itu saja, beberapa waktu kemudian material tanah dan pepohonan menyusul longsor dan menghantam bagian dalam rumah.

Bencana longsor yang kerap kali terjadi di Kota Reog ini, tak lepas dari struktur tanah yang ada berupa batuan berumur tua, dan pelapisan atau tanah yang lapuk menebal. Ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras, akan memicu terjadinya tanah longsor.

Dari data Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, ada tujuh wilayah kecamatan dari 21 kecamatan yang ada, masuk zona merah. Kecamatan-kecamatan itu diantaranya, Bungkal, Ngebel, Ngrayun, Sambit, Sawo, Slahung dan Soko. Kecamatan Bungkal menjadi daerah dengan jumlah desa masuk kategori rawan terbanyak dengan 10 desa. (jbc15/jbc1)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site