Warga Tuban di Jepang Kemungkinan Selamat

Farah Rahma.

TUBAN (jurnalberita.com) - Farah Rahma (33), warga Jl Jeruk, Perumahan Perbon Permai, Kecamatan Tuban Kota, beserta keluarganya yang sedang berada di Jepang kemungkinan selamat. Ny Mariam, orangtua Farah Rahma, saat ditemui jurnalberita.com, Sabtu (12/3), mengaku yakin anak perempuannya itu selamat dari amukan gempa bumi dan tsunami yang melanda Negeri Sakura baru-baru ini.

“Hari Jum’at kemarin saya menerima telepon dari Rahma, dia bilang, dia beserta dua anak dan M. Najib, suaminya selamat,” kata Ny Mariam.

Ny Mariam mengaku sempat was-was kendati telah mendapat telepon dari anaknya yang sedang melaksakan tugas belajar di Jepang tersebut. Sebab setelah itu tidak ada kabar lagi tentang nasib Rahma dan keluarganya. Harapan Ny. Mariam sekeluarga muncul kembali ketika salah satu stasiun TV swasta menyiarkan berita bencana alam terbesar sepanjang sejarah negara para samurai tersebut.

“Anak saya muncul di TV, diwawancarai. Saya sekeluarga langsung mengucapkan alhamdulillah bersama-sama. Semoga saja Rahma benar-benar selamat,” kata Ny Mariam.

Fatchuri, suami Ny. Marian, yang turut menemui jurnalberita.com, menjelaskan, Rahma berangkat studi ke Jepang lantaran mendapat beasiswa dari Pemerintah Negeri Sakura itu. Ia saat ini sedang menyelesaikan studi tehnik kimia Strata III (S3) di University of Tokyo. Sedangkan M. Najib, suaminya, juga sedang menyelesaikan studi di Jepang. Dua orang anaknya, Haida Ramda (6) dan Nazwa (4), dibawa serta tinggal di negeri sakura itu. Menurut jadwal, 28 September tahun ini Rahma dan juga Najib telah kembali ke Tanah Air.

“Tapi karena ada tsunami, ya nggak tahu, kami sekeluarga berharap anak, menantu dan dua cucu kami itu bisa segera pulang,” kata Fatchuri.

Fatchuri dan juga Mariam berharap pihak KBRI secepatnya memberi kabar keadaan anaknya tersebut. Mereka mengaku lebih senang bila Rahma dan keluarganya segera bisa pulang ke Indonesia, kendati studi yang dijalaninya di Jepang belum tuntas.

“Nggak lulus nggak apa-apa. Yang penting mereka selamat,” kata Fatchuri yang dibenarkan Mariam.

Pihak KBRI sendiri hingga kini masih melakukan upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang. Informasi sementara ini dari KBRI yang ada di Tokyo, sebanyak 95 kepala Keluarga WNI yang tinggal di Jepang selamat. Data yang tercatat di KBRI, terdapat 140 WNI di Iwate, 274 WNI di Miyagi dan 82 WNI di Fukushima.

Duta Besar RI untuk Tokyo, Muhammad Lutfi, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya evakuasi WNI yang tersebar di sejumlah tempat tersebut ke Tokyo. Muhammad Lutfi belum memastikan apakah WNI yang selamat dari bencana gempa dan tsunami tersebut akan dipulangkan ke Tanah Air dalam waktu dekat.

“Melihat infrastruktur yang rusak berat, sepertinya tidak mungkin mengevakuasi mereka ke Indonesia waktu dekat ini,” kata Muhammad Lutfi. (jb8/jb1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site