3 Bulan Dilanda Bencana, Kerugian Capai Rp 4 M

\"\"

PACITAN (Jurnalberita.com) – Dalam tiga bulan pertama tahun 2011, setidaknya telah terjadi ratusan kali bencana alam di wilayah Kabupaten Pacitan. Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama kurun waktu Januari hingga Maret, telah terjadi 555 bencana.

Dari jumlah bencana yang terjadi tersebut, 95 persen lebih didominasi tanah longsor, banjir dan angin puting beliung dengan lokasi di 9 dari 12 kecamatan yang ada, yakni Kecamatan Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Arjosari, Nawangan, Bandar, Pacitan, dan Tegalombo.

Sejauh ini, hanya tiga kecamatan yang tercatat tidak dilanda bencana alam. Ketiganya adalah Kecamatan Punung, Donorojo, dan Pringkuku. Kecamatan Tegalombo menjadi wilayah dengan kejadian tanah longsor terbanyak, mencapai 133 kali lebih kemudian diikuti wilayah Kecamatan Pacitan dan Tulakan.

Dampak bencana, sebanyak 17 rumah warga mengalami rusak berat, 48 rumah rusak sedang dan 65 rumah warga mengalami kerusakan ringan. Diperkirakan, total kerugian bencana alam selama tiga bulan di awal tahun mencapai Rp 4,282 milyar. Untuk meringankan beban para korban pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan telah menyalurkan bantuan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, pada bulan Februari dan Maret lalu , juga dikucurkan bantuan bagi korban sebesar Rp 36 juta.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD, Juri S, guna mengantisipasi kerawanan bencana alam serta mempercepat tindakan penanganan, pihaknya menjalin koordinasi dengan lintas sektoral. Tidak itu saja, kerjasama juga dijalin dengan organisasi radio amatir seperti ORARI maupun RAPI dalam hal komunikasi  kebencanaan. “Komunitas kan biasanya cepat dapat akses informasi,” ungkapnya.

Terkait dengan kesiapan infrastruktur, Juri mengatakan sudah cukup lengkap, diantaranya telah tersedia Radio Internet (Ranet) untuk informasi gempa dan tsunami yang terkoneksi nasional, perangkat pemantau pasang surut air laut serta peta rawan tsunami. Selain itu, lanjut Juri, ada 13 shelter pengungsian yang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). “Hanya saja, saat ini jalur evakuasi tersebut belum dilengkapi petunjuk arah atau rambu khusus,” tukasnya.

Diakui Juri, secara kelembagaan BPBD berfungsi sebagai koordinator, komando dan pelaksana jika terjadi bencana alam. Jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi, maka instansi terkait lainnya akan bergerak sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Seperti diketahui, Kabupaten Pacitan terdiri dari 12 kecamatan. Hanya satu kecamatan yang tidak masuk kategori rawan bencana, yakni Kecamatan Donorojo. Sedangkan kecamatan lainnya, berpotensi terjadi banjir maupun tanah longsor. (jbc15/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*