Agen Kapal Demo, Pelabuhan Gresik Lumpuh

\"\"

GRESIK (Jurnalberita.com) – Diduga gara-gara tindakan oknum Adpel Gresik yang meng-anak emas-kan salah satu agen kapal, aksi protes keras dilakukan para agen Pelayaran, Ekspedisi dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Pelabuhan Gresik.

Mereka menutup dan memarkir alat berat serta truk persis melintang dan menutup jalur masuk dermaga 70, sebelah timur Pelabuhan Gresik. Akibatnya, mulai Sabtu (16/4/2011) hingga sore hari ini, Minggu (17/4/2011), kegiatan bongkar muat berhenti total.

Hasil informasi yang didapat jurnalberita.com, aksi protes itu dipicu tindakan salah satu agen kapal, PT. Sufie Bahari Line, yang menyandarkan  kapal tongkang (TK) Sumedang III di dermaga 70, tanpa menunggu antrian dan sesuai jadwal. Padahal, sesuai hasil rapat Pusat  Pelayanan Terpadu (P2T), KT Sumedang III mendapat antrian urut ketiga untuk sandar, sementara 2 kapal yang mendapat nomor urut pertama dan kedua belum sandar.

Dalam rapat P2T disepakati, bahwa nomor pertama yang sandar adalah TK Continental 1607 milik agen PT. Lintas Seram Mandiri dan pada urutan nomor kedua adalah TK Samurai I, yang rencananya akan mengangkut pupuk. Tanpa menunggu nomor urut, tiba-tiba TK Samudra III nyelonong sandar. Hal inilah yang membuat perusahaan agen dan PBM, yang merasa nomor antrianya diserobot, langsung melakukan aksi protes.

Tak hanya menutup akses jalan menuju dermaga, para agen juga serempak menyandarkan semua kapalnya di dermaga 70 yang hanya muat untuk tempat penyandaran satu kapal. Akibatnya, kapal tak bisa bergerak dan tak dapat melakukan bongkar muat.

Salah satu agen pelayaran yang enggan namanya disebutkan mengatakan, aksi ini dilakukan sebagi protes atas ulah dari petugas P2T dari oknum Adpel Gresik, yang mengijinkan TK Sumedang melakukan sandar didermaga tanpa melalui nomor urut.

“Keberanian agen menyandarkan kapal karena dibekingi oleh oknum Adpel Gresik. Untuk itu kami melakukan protes keras. Aksi ini akan kami lakukan sampai hari Senin sebelum ada upaya dari petugas untuk menyingkirkan kapal tersebut dari dermaga. Kami juga meminta agar Adpel Gresik untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum petugas tersebut,” jelasnya.

Akibat aksi ini, agen pelayaran, PBM maupun pemilik truk merasa dirugikan. Diperkirakan, kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sudirman, salah satu sopir truk pengangkut pupuk, yang rencananya akan dibongkar di TK Samudra mengatakan, sejak Sabtu sore dirinya tidak dapat bekerja, karena kapal pengangkut pupuk yang akan dibongkar terkena masalah. “Biasanya, dalam sehari bisa dua sampai tiga kali rit. Yang jelas, saya juga rugi secara finansial maupun waktu,” katanya. (jbc6/jbc2)

 

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*