Bupati Gresik Kecewakan Expo & Gelar Budaya 2011

\"\"

GRESIK (jurnalberita.com) – Peserta dan pengunjung Expo & Gelar Budaya 2011 yang berlangsung di kawasan GKB (Gresik Kota Baru) ini sangat kecewa, karena pameran berskala regional yang berlangsung mulai 26 Maret hingga 17 April ini belum dihadiri seorang pejabat pun dari Pemkab Gresik.

“Kami menahan diri, dan sangat kecewa sekali. Expo & Gelar Budaya ini tidak dihadiri pejabat dari Pemkab Gresik. Padahal, kami bersama panitia pelaksana mengundang Bupati Gresik. Namun sampai separuh waktu perjalanan pameran ini, belum tampak seorang pun pejabat Pemkab Gresik yang hadir di pameran ini,” celetuk Lely, pedagang makanan yang ikut dalam pameran.

Bukan hanya para peserta Expo & Gelar Budaya dalam rangka HUT Kota Gresik ke 524 di tahun 2011 ini yang merasa kecewa, panitia dan sekelompok budayawan maupun seniman dari berbagai kota pun sangat prihatin dan kecewa. “Masak, Bupati dan pejabatnya tidak nongol sama sekali. Semestinya di saat pembukaan pameran hadir, agar ada rasa apresiasi dan saling menghormati,” lontar Yoyok, yang ikut mengisi gelar budaya Jawa ini.

Yoyok bersama teman-teman pecinta wesi aji alias pusaka leluhur manusia Jawa – Indonesia itu menyatakan keprihatinannya karena mereka datang dari berbagai daerah seperti Malang, Tuban, Banyuwangi, Surabaya, Cirebon, Solo, tanpa diberikan sambutan yang menyenangkan.

“Kami datang tanpa pamrih, tapi mbok ya ada gayung bersambut dari para sesepuh Gresik sekaligus Bupatinya,” tegas budayawan muda dari kota Malang ini.

H. Sambari Bupati Gresik yang belum seumur jagung dalam kedudukannya itu memang dikenal konservatif, meski dia ketua Partai Golkar Gresik yang maju dalam Pilkada 2010 kemarin dan menang pada putaran kedua.

“Ini bukan watak seorang Sambari, kalau tidak memperhatikan warga dan momentum sosial ekonomi melalui Expo & Gelar Budaya yang dibiarkan seperti anak tiri itu,” sentil salah satu pengurus paguyuban pecinta pusaka dan keris Gresik.

Expo dan Gelar Budaya yang diselenggarakan di kawasan jalan Kalimantan GKB ini nampak ramai dikunjungi. Penduduk dari berbagai pelosok kelas menengah ke bawah, dan warga kota Gresik berbondong-bondong berkunjung.

“Transaksi setiap hari berjalan baik, meskipun tidak tinggi sekali, sekitar puluhan juta rupiah,” ungkap pedagang mebel dan kaligrafi yang ikut meramaikan pameran tersebut. (jbc5/jbc1)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*