Dahsyatnya Potensi Pasir Besi Jember dan Terpuruknya Nelayan

Sugiono SH, MSi.

SURABAYA (jurnalberita.com) – Jember yang dikenal dengan kota pendidikannya, belakangan ini mampu melakukan terobosan budaya mode dengan Carnival Jembernya itu, ternyata memiliki potensi tambang yang dahsyat berupa pasir besi. Namun berbalik dengan itu, nasib nelayannya berpotensi miskin.

Sugiono SH, MSi, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim mengungkapkan hal itu, saat melakukan masa reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) IV di Jember dan Lumajang. “Di kawasan Pantai Puger ditemukan potensi tambang pasir besi yang dahsyat. Hal ini sudah dilakukan penelitian oleh sekelompok masyarakat di sana,” jelas Sugiono di ruang Komisi C bidang Keuangan dan Anggaran.

Potensi pasir besi itu, kata Sugiono, ditemukan oleh sekelompok warga nelayan setempat yaitu, sebuah lembaga yang menamakan diri Asosiasi Masyarakat Nelayan Tradisional. Wadah ini selain meneliti ke laboratorium, juga melakukan kajian pengelolaannya.

“Merekapun membincangkan soal eksploitasi dan permodalannya yang cukup besar,” cetus mantan anggota DPRD Bondowoso ini.

Sugiono yang mantan bankir selama 9 tahun itu, mengungkap lemahnya sumber dana dan SDM. Dua hal pokok ini tak mungkin secara total digarap sendiri oleh masyarakat setempat, karena keterbatasan kemampun maupun keuangan. “Saya melihat kenyataan, modal utamanya tak dimiliki oleh mereka. Untuk hal ini, Pemerintahan Propinsi Jatim diharapkan ikut mendukung langsung dan investasi di sana,” jelasnya.

Sugiono yang anggota Komisi C ini, makin mempertegas keberadaan masyarakat nelayan Puger Jember yang masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Kearifan dan kebijakan yang tepat dari Pemkab Jember, Pemprop Jatim dan Pemerintahan Pusat itu, diharapkan mempercepat pengentasan nasib mereka.

Lha, kaum nelayan Puger inipun berpotensi miskin. Apalagi nasibnya seakan kontraversi, jika menilik hasil penuaian ikan dan potensi pasir besi yang dahsyat itu. Kenyataan itu bisa ditengarai dari hasil ikannya. Beban biaya angkut sangat tinggi, lantaran pantai bertahun-tahun mengalami pendangkalan yang tanpa dikeruk dan dimanfaatkan pasirnya itu,” ungkapnya.

Saya prihatin sekali, tambahnya, kalau dukungan dan perhatian pemerintah kosong melompong. “Sungguh dosa besar, potensi ikan dan pasir besi tidak bisa dinikmati penduduk setempat. Karena pemerintah cenderung menutup mata selama ini,” kritik Sugiono yang rajin hadir di fraksi PDI-P dan Komisi C di DPRD Jatim.

Disebutkan, potensi laut di kawasan pantai Puger Jember besar sekali. Sayangnya, nelayan di sana belum mampu menangkap secara baik, karena alat tangkapnya masih tradisional sekali. Jadi, kebutuhan alat tangkap dan pengerukan pantai cukup mendesak.

Sisi lain, Sugiono juga menyentuh konkrit Kelompok Masyarakat Hutan di Jember Utara. Di sana dia mampu mendorong dan mensinergikan potensinya. “Masyarakat Hutan ini dari berbagai kelompok peternak, mulai kambing, sapi, bebek, ayam dan lele ini, dikoordinasikan melalui Dormas (Dorongan Kesejahteraan Masyarakat) yang masing-masing kelompok peternak itu beranggotakan 15-20 orang,” jelasnya.

Sinergi itu, susul Sugiono lagi, bukan hanya bersifat internal antar peternak. Pola sinergi diterapkan pula secara eksternal, antara peternak dan pihak Perhutani.

“Perhutani dibantu keamanannya langsung atas hasil hutannya, sedangkan masyarakat hutan yang khususnya kaum peternak itu memanfaatkan kawasan dan celah lahan yang kosong,” pungkas Sugiono, yang berjanji pada kawasan Dapil IV akan supporting realthink dalam berbagai potensi lingkungan dan sosialnya. (jbc5/jbc1)

 

Tags: , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. kami perlu juga dukungan dari bapak yg peduli dgn kami…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site