Dakwaan JPU Tak Tepat, Khamsun Cs Bebas

\"\"

 

GRESIK (Jurnalberita.com) – Sidang lanjutan perkara pemalsuan surat dengan terdakwa Ketua DPD PAN Gresik, Khamsun, bersama Sekretaris DPD PAN Gresik, Drs. HM. Amin Manan (50,) serta Endi Bin Sae (40), kembali di gelar di PN Gresik.

Pada sidang yang mengagendakan pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim, selain dihadiri simpatisan Partai PAN Gresik, juga dihadiri oleh puluhan orang yang justru mengecam tindakan ketiga terdakwa, seperti yang tertuang pada tulisan yang mereka bawa, seperti ‘Pak Hakim dan Pak Jaksa Hukum Pelaku Kriminal, Jangan Pandang Bulu’,  ‘Kami tidak rela PAN Gresik dipimpin oleh Preman’ serta beberapa tulisan lainnya.

Dalam putusan selanya, Majelis Hakim yang diketuai oleh M.Fathan SH dengan anggota Mustajab SH dan I Gede P. Septawan SH, mengabulkan keberatan atau eksepsi Penasehat Hukum ketiga terdakwa serta menolak dakwaan JPU.

“Majelis berpendapat, dakwaan JPU tidak tepat pada materi hukum yang didakwakan pada ketiga terdakwa.,” tegas Majelis Hakim dalam putusan selanya.

\"\"

Ditambahkan, dakwaan yang dibuat dan disusun oleh JPU merupakan ruang lingkup KUHP, sementara menurut majelis hakim, yang dilakukan ketiga terdakwa dengan memalsu surat pengantar dukungan, merupakan ruang lingkup tindak pidana Pemilukada.

“Kami menyatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh ketiga terdakwa merupakan tindak pidana Pemilukada sesuai dengan UU No.32 tahun 2004  tentang pemerintahan daerah. Sedangkan, dalam materi dakwaan JPU diterangkan, bahwa terdakwa melakukan tindak pidana umum berupa pemalsuan tanda tangan, yang dijerat dengan pasal 263 ayat (1) KHUP jo pasal 55 (1) ke 1 KUHPidana,” terang M. Fathan.

Akhirnya, Majelis Hakim memutuskan, menolak dakwaan JPU dan menerima keberatan kuasa hukum terdakwa serta memerintahkan Panitera Pengganti untuk mengembalikan berkas perkara pidana, berupa dakwaan kepada JPU.  Mendengar putusan tersebut, sontak para pengunjung sidang yang rata-rata simpatisan PAN Gresik bersorak gembira. Pasalnya, kasus yang menimpa ketuanya telah usai dan dibebaskan oleh Majelis Hakim melalui putusan sela.

Seusai sidang JPU, Wido Utomo SH  ketika dikonfirmasi mengenai putusan sela tersebut mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya banding. “Kami hargai putusan, hakim dalam perkara ini berpendapat lain dengan apa yang kami tuangkan dalam dakwaan. Untuk itu, kami akan segera melakukan banding,” tegasnya. (jbc6/jbc2)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*