JPU Mohon Hakim Tolak Eksepsi Khamsun Cs

Ketiga terdakwa dalam persidangan. (foto : jbc6/jbc)

GRESIK (Jurnalberita.com) – Sidang lanjutan perkara pemalsuan tanda tangan yang menyeret Ketua dan Sekretaris DPD PAN Gresik menjadi terdakwa, Senin (4/4/2011), mengagendakan pembacaan tanggapan eksepsi (replik) oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Seperti pada sidang sebelumnya, sidang yang menghadirkan tiga orang terdakwa, M. Khamsun  (41), warga Jl. Meduran Kecamatan Manyar, Sekretaris DPD PAN Gresik, Drs. HM. Amin Manan (50,) warga Dusun Bangunrejo, Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah dan Endi Bin Sae (40), warga Dusun Paras Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng, dijubeli pengunjung dan simpatisan partai.

Mengenakan baju dan seragam dengan warna kebesaran PAN, ketiga terdakwa duduk di kursi pesakitan Pengadlan Negeri (PN) Gresik untuk mendengarkan jawaban atas eksepsi yang dibacakan JPU Guntur AW SH dan Wido Utomo SH. Dalam jawabannya, JPU menilai bahwa dakwaan mereka sudah benar dan sesuai dengan kasuistisnya.

JPU  juga menjabarkan, bahwa dalam dakwaannya telah terjadi pemalsuan beberapa tanda tangan pengurus, yang digunakan sebagai syarat pengajuan, seolah-olah rapat diperluas untuk mengajukan rekomendasi pada DPW PAN Jatim bagi pasangan calon kepala daerah.

“Perbuatan terdakwa murni pidana, karena memalsu tanda tangan,” kata JPU dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai Fatkhan SH.

Atas eksepsi kuasa hukum terdakwa, JPU menolak bila perkara ini disebut sebagai masalah internal partai. Untuk itu, JPU meminta agar Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ketiga terdakwa tidak mengabulkan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, dan meminta agar sidang dilanjutkan dengan materi pemeriksaan saksi.

Akhirnya sidang selanjutnya ditunda dua minggu untuk mendengarkan putusan sela dari Majelis Hakim. (jbc6/jbc2)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site