Pekerja Pembuangan Limbah Mengadu Ke Bupati

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (tengah) saat menerima para pekerja. (foto : Istmewa)

GRESIK (Jurnalberita.com) – Sekitar 30 orang pekerja jasa pembuangan limbah, Kamis (28/4/2011), mendatangi kantor Bupati Gresik. Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi perihal penutupan tempat pembuangan limbah di Dusun  Sawen, Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Gresik.

Mereka langsung diterima Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto, diruang Graita Eka Praja. Dihadapan Bupati, salah seorang pekerja,  menyatakan keberatannya atas penutupan salah satu areal pembuangan limbah.  “Kenapa hanya satu areal saja yang ditutup dan satunya tidak ditutup,” ujarnya.

Masih menurutnya, areal pembuangan limbah yang saat ini tidak ditutup, dinilanya tak layak, selain akses jalan tidak memadai, juga tidak memiliki sarana penerangan serta air untuk kebutuhan mencuci selepas bekerja, juga tidak ada. “Areal pembuangan limbah yang ditutup merupakan tempat kami mencari makan. Jadi kami minta agar dibuka kembali,” harapnya.

Menanggapi protes tersebut, Bupati  Gresik menjanjikan penyelesaian masalah selama seminggu. “Kami akan menyelesaikan masalah tersebut. Untuk itu akan kami rapatkan dulu. Insya Allah, dalam seminggu sudah ada solusinya,” tegas Bupati menanggapi keluhan pekerja dalam pertemuan tersebut.

Suasana pertemuan antara Bupati Gresik dan para pekerja pembuangan limbah. (foto : Istimewa)

Masih menurut Bupati, pihaknya akan memerintahkan Camat Kedamean untuk mengadakan pertemuan dengan seluruh masyarakat setempat, terkait masalah pembuangan limbah ini. “Setelah itu, seminggu kemudian kami akan mengundang saudara semua yang terkait masalah ini untuk duduk bersama dan mencari jalan terbaik,” kata Sambari.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumarno menyatakan, bahwa perusahaan pembuang limbah tersebut tidak berijin. Penutupan  areal pembuangan limbah di Desa Tanjung berdasarkan keberatan beberapa pihak.

“Kami sudah melakukan kajian mendalam.  Areal pembuangan limbah tersebut tidak sesuai dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pihaknya juga telah melakukan kajian tehnis bersama dengan salah satu perguruan tinggi.  Kesimpulannya, areal tersebut memang tidak layak dan harus ditutup,” ujarnya. (jbc6/jbc2/*)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site