Serangan Ulat Bulu Terpicu Erupsi Bromo

Menteri Pertanian, Suswono. (jbc15/jbc)

PACITAN (Jurnalberita.com) – Selain faktor perubahan iklim, sporadisnya serangan ulat bulu dibeberapa wilayah di Jawa Timur, diindikasi karena erupsi Gunung Bromo, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono disela-sela meninjau Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim, Sabtu (9/4). “Memang ada dugaan indikasi begitu. Mereka (kupu-kupu, red) pada malam hari mengejar dan mencari daerah yang terang,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Kementerian Pertanian terus melakukan penelitian guna memastikan penyebab pasti serangan ulat dalam jumlah besar tersebut. Jumlah tanaman yang terserang di Probolinggo hanya 1,2 persen atau sekitar 14.000 batang pohon mangga, dari jumlah total 1,2 juta. Tanaman yang diserang pun tertentu, yakni hanya tanaman dengan batang tinggi dan tidak menyerang tanaman pangan. Pada perkembangannya, serangan ulat yang muncul di daerah lain, ternyata jenisnya berbeda.

Serangan itu membuat warga cemas. Betapa tidak, tanaman mangga yang mereka tanam daunnya habis setelah diserang ulat. Namun, Mentan memastikan, pasca serangan tanaman tidak akan mati, karena dalam jangka waktu tiga minggu, kuncup daun akan kembali tumbuh. “Dan kita harapkan, mudah-mudahan setelah ini (serangan ulat,red) bunganya akan semakin baik,” tandasnya.

Disinggung upaya pengendalian, Suswono menjelaskan, untuk jangka pendek menggunakan insektisida alami, yaitu berupa zat pembunuh serangga berbahan dasar tanaman disekitar lokasi serangan tetapi tidak menutup kemungkinan menggunakan insektisida dari zat kimia.

Hanya saja hal itu dilakukan sebagai pilihan terakhir, mengingat dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. “Kita berharap ada predator alami yang muncul. Boleh jadi ledakan karena faktor predator alami berkurang karena ditangkapi manusia, seperti burung atau pulpa,” jelasya.

Selain menyerang Probolinggo, serangan serupa juga menyebar ke sejumlah wilayah, diantaranya Kabupaten Pasuruan, Jombang, Banyuwangi. Bahkan, terakhir telah sampai di Kabupaten Bojonegoro dan sebagian wilayah Jawa Barat serta Bali dan Kalimantan. (jbc15/jbc2)

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site