Tak Indahkan Kultur Agama, Hotel Berbintang di Pamekasan Disegel Puluhan Ulama

PAMEKASAN (jurnalberita.com) – Puluhan ulama yang tergabung dalam Forum Musyawarah Ulama (FMU) Madura menolak pembangunan Hotel Resort Potre Koneng Madura terhadap Bupati Pamekasan. Mereka menyegel hotel milik Pang Budianto, yang terletak di Jalan Raya Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Aksi penyegelan hotel yang berlangsung damai ini, tidak ada perlawanan dari pemilik dan pekerja hotel yang mayoritas berasal dari warga setempat.

Kiai Jakfar Sodiq Fauzi, Korlap Aksi FMU menegaskan, penyegelan yang dilakukan ulama semata-mata demi kepentingan masyarakat. Bagaimana tidak, pemilik hotel cenderung tidak mengindahkan kultur keagamaan di Kabupaten Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam.

“Jelas kami menolak, karena mereka tidak mampu mengikuti kultur yang ada di Pamekasan,” kata Kiai Jakfar Sodiq Fauzi.

Hal yang membuat kecurigaan bahwa adanya hotel tidak akan memberikan kebaikan bagi masyarakat, tambahnya, karena jika ditinjau dari aspek hukum sudah tidak benar. Sebab, sampai saat ini proses ijinnya tidak ada. “Masih saja dibangun. Ini kan statusnya belum jelas,” ujarnya.

Para ulama juga mengancam, jika pemerintah tetap memberikan ijin pembangunan hotel, maka pihaknya tidak segan-segan merobohkan bangunan hotel yang sudah berdiri megah. “Jadi jangan main-main dengan kami,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengatakan, adanya penyegelan yang dilakukan ulama cukup beralasan. Sebab, ijin dalam mendirikan bangunan masih belum ada dari pemerintah.

“Kami sudah mengambil jalan tengah agar jika ijinnya belum ada maka pembangunan harus dihentikan sementara. Tapi, mereka tidak mengindahkan, malah dibangun dan dibangun,” pungkasnya. (bjc/jbc1)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site