Tanah Sekitar Pabrik PT Semen Gresik Amblas

Meresahkan Warga Desa, Disorot Anggota Dewan

TUBAN (Jurnalberita.com) –  Warga Desa Temandang dikejutkan peristiwa aneh dengan munculnya lubang menyerupai goa di kebun jagung milik Sukarji (53), warga desa setempat. Diduga, hal ini akibat dari dampak pengambilan air bawah tanah yang dilakukan oleh PT. Semen Gresik.

\"\"

Sebelumnya, tanah di kebun jagung tersebut sudah mengalami retak. Tiba-tiba saja, hari Rabu (20/4/2011) lalu, tanah tersebut amblas hingga menyerupai gua, dengan diameter kurang lebih 1,5 meter, dengan kedalaman yang belum diketahui.

Kejadian tanah yang amblas milik warga di desa Temandang sudah terjadi 2 kali, sedangkan kejadan yang sama juga pernah menimpa tanah milik warga di Desa Karang Lo Kecamatan Kerek.

Amblasnya tanah dengan cepat tersebar ke telinga petani dan warga Desa Temandang. Tak urung, ladang Sukarji pun didatangi puluhan warga yang penasaran dan ingin melihat secara langsung lobang menyerupai goa dan sumur, yang tiba-tiba muncul di ladang jagung Sukarji.

“Saya baru tahu kalau tanahnya ambles (turun,red). Sebelumnya memang sudah terlihat retak retak, tapi saya nggak mengira kalau tanahnya bakal ambles begini,  Tidak ada tanda-tandanya kalau lobang ini sebuah goa. Tidak ada batu yang kelihatan. Nggak tau lobang apa ini?” kata Sukarji.

Sunoto, anggota DPRD Kabupaten Tuban dari PDI Perjuangan, yang bertempat tinggal di Kerek, langsung datang ke lokasi begitu menerima laporan dari warga Temandang. “Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Hal seperti ini juga terjadi di selatan Desa Temandang dan Desa Karang Lo,” ujar Sunoto.

\"\"

Kejadian seperti ini, dugaan Sunoto, akibat pengambilan air bawah tanah dan peledakan yang dilakukan PT. Semen Gresik. “ Dengan kejadian ini, maka saya usulkan di komisi D untuk memanggil dinas terkait dan pihak PT.Semen Gresik,” katanya.

Warga setempat juga menduga, amblasnya tanah di ladang milik Sukarji, akibat banyaknya sumur bor di sekitar lokasi amblasnya tanah. Sedikitnya, menurut warga, terdapat 33 sumur bor di sekitar lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, beberapa  diantaranya sudah tidak berfungsi lagi karena tidak keluar airnya setelah digali hingga kedalaman puluhan meter.

Kabag Humas PT. Semen Gresik, Ir Hari Subagio dihubungi via ponsel, Sabtu (24/4/2011), mengatakan, petugas PT Semen Gresik bagian tambang sudah turun kelapangan dan hingga kini belum melaporkan hasilnya. “Saya akan koordinasi dulu ya, kalau sudah ada hasilnya, nanti saya sampaikan ke teman-teman wartawan,” ujar Hari. (jbc3/jbc2)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*