Ternyata, Fandi Utomo Tak Sedang ‘Sakit Politik’

Fandi Utomo. (foto : jbc5/jbc)

SURABAYA (Jurnalberita.com) – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Jatim, Fandi Utomo, yang dikabarkan sakit kronis dan stres berat akibat rendahnya dukungan politik dari 38 DPC PD di Jawa Timur, ternyata tengah cek kesehatan di sebuah rumah sakit di Singapura.

“Saya menyadari diri, sebagai calon pemimpin harus sehat jasmani dan rohani. Maka, saya selama di Singapura cek kesehatan, dan bukan karena sedang ‘sakit politik,” celetuk Fandi Utomo di ruang kerjanya, kemarin sore (4/4/2011).

Seusai mengikuti rapat Verifikasi UU No. 2 Tahun 2011 tentang  Partai Politik Peserta Pemilu 2014, bersama 38 dewan pengurus cabang (DPC) PD seluruh Jawa Timur dalam ruang pertemuan Kantor DPD Partai Demokrat, Fandi Utomo menjelaskan soal pemberitaan terkait dirinya sakit  lantaran stres atas kabar DPC Kabupaten/Kota di Jatim mayoritas tidak mendukungnya dalam Musyawarah Daerah (Musda) PD Jatim pada bulan Juni 2011, merupakan kabar benar dan tidak berdasar.

“Sinyalemen dan kabar demikian itu tidaklah benar dan tidak berdasar. Saya pun tidak perlu risau.  Sama sekali tidak ada kaitannya saya ke Singapura hingga muncul dikabarkan aneh-aneh. Itu hal biasa,” tegas Fandi Utomo, sembari melepas senyum, sembari mempersilakan wartawan bertanya kepada para ketua DPC PD, yang  hadir dalam rapat verifikasi.

Menurut mantan calon Walikota Surabaya, yang gagal dalam Pemilukada Juli 2010 ini, semua masih dalam proses bakal calon. Setiap orang, kata Fandi, diperkenankan  maju sebagai bakal calon, tapi kepastian pencalonannya akan diatur dalam tata tertib Musda PD Jatim, yang berlangsung pada sidang pleno pertama.

“Dalam kesempatan itu akan dibuka pendaftaran, setelah syarat-syarat dan ketentuan disahkan melalui tata tertib persidangan,” tandas Fandi Utomo.

Bila menyangkut dirinya, lanjut Fandi, ia adalah orang yang paling gampang dinilai. Selaku Sekretaris DPD PD, dirinya sangat erat berhubungan dengan setiap pengurus cabang. Fandi juga yakin, bila semua DPC memiliki kualitas dan kemampuan untuk menentukan siapa yang tepat menjadi pemimpin PD Jatim pada periode mendatang.

“Pengurus cabanglah, yang punya usulan dan kriteria. Dan saya menilai, semua punya kecerdasan maupun pengalaman yang tak perlu lagi diragukan,” papar Fandi Utomo, yang sempat popular dijuluki FU ini.

Disinggung rivalitasnya dengan Bagus Harjosuseno serta kesiapannya memimpin PD Jatim serta kekuatan “fresh money” Fandi Utomo, ia memilih tak berkomentar.  “Wow, kalau soal itu semua, tak perlu dipancing dan dipertanyakan. Namun akan dibuktikan dalam Musda dan kinerja organisasi selama dipimpinnya,” jelas beberapa ketua DPC yang hadir di ruangan, diantaranya Sarto dari Sidoarjo dan Agus Romadi dari Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, Fandi pun menyinggung soal verifikasi dan persiapan Pemilu 2014 yang dipertegaskan seluruh DPC PD bahwa mereka sudah siap 100 persen. “Hanya saja, secara administrasi ada hambatan komunikasi dari beberapa camat di beberapa daerah yang belum memahami soal UU No. 2/2011,” tandas Fandi sembari menambahkan bila dirinya akan meminta Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) di daerah untuk menjelaskan lebih detil an gamblangi. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site