Unas, Sweeping Hingga Toilet, Kencingpun Dibatasi

\"\"

PACITAN (Jurnalberita.com) – Penyelenggara Ujian Nasional (Unas) kini lebih memperketat pengawasan. Salah satunya, dengan melakukan penertiban kepada peserta ujian. Selain melarang siswa peserta membawa handphone (HP), sejumlah petugas juga melakukan sweeping di toilet sekolah.

Hal itu terlihat sebelum pelaksanaan hari pertama Unas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pacitan. “Sterilisasi dilakukan oleh kepolisian serta petugas dari pengawas satuan pendidikan,” kata Kasi Pengajaran SMP/SM Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Jayuk Susilaningtyas, Senin (18/4).

Upaya itu untuk mengantisipasi ulah peserta yang sengaja menyembunyikan contekan di tempat-tempat tertentu di toilet sebelum pelaksanaan Unas. Selain itu, para peserta yang meminta ijin ke toilet ditengah-tengah mengerjakan ujian juga akan diawasi. “Teknisnya, panitia membatasi waktu buang air kecil. Tujuannya, guna menghindari peserta memanfaatkannya untuk mencari jawaban soal. Secara umum pelaksanaan Unas cukup lancer,” jelasnya.

Tak ada laporan adanya kekurangan soal ujian bagi 4.359  siswa baik SMA, MA maupun SMK yang mengikuti ujian. Hanya terjadi kekurangan segel untuk amplop pengembalian lembar jawaban. Namun, menurut Jayuk, hal itu bukan masalah krusial karena kekurangan segel saat pengembalian soal, bisa diatasi dengan menggunakan stempel dari pengawas, “Kekurangan tersebut ditulis dan dilaporkan kembali dalam bentuk berita acara dan ditanda tangani pengawas bersangkutan. Itu (kekurangan segel,red) tidak mendesak,” ujarnya.

Sejumlah pejabat dilingkungan Kepolisian Resor (Polres) Pacitan, juga diinstruksikan oleh Kapolres untuk terjun langsung memantau pelaksanaan ujian. Mereka yang turun memantau adalah perwira setingkat Kepala Satuan (Kasat). Dihari pertama ujian mereka berkeliling di sekolah-sekolah diwilayah Kecamatan Kota Pacitan. Sedangkan, untuk wilayah di luar kecamatan kota, pemantauan akan direncanakan mulai hari kedua.

Selain diawasi oleh lembaga pengawas yang ditunjuk pelaksanaan ujian, kali ini juga dipantau oleh Inspektorat Kementerian Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan Provinsi. Ujian nasional untuk tingkat SLTA sederajat tahun 2011, diikuti oleh 4.359 siswa, dengan rincian 1.207 siswa SMA, 662 siswa Madrasah Aliyah serta 2.490 siswa dari SMK. Mereka tersebar di 36 lembaga penyelenggara ujian dengan jumlah pengawas mencapai 413 orang. (jbc15/jbc2)

 

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*