Deklarasi BHS ‘Cucu Imut’, Mengusik Partai Demokrat

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Di hotel mewah, Shangri La Surabaya, BHS (Bagus Harjosuseno) cucu H Imam Utomo, mantan Gubernur Jatim ini mendeklarasikan diri untuk menjadi Ketua Demokrat Jatim, dan gebrakan strategisnya itu bisa mengusik langit Partai Demokrat.

“BHS itu layaknya cucu saya, maka layak pula dideklarasikan sebagai calon ketua Partai Demokrat Jatim periode mendatang,” tandas Imam Utomo di depan keluarga besar partai berlambang Tiga Berlian Biru.

Mengejutkan sekali, jika sosok tokoh sekelas Imam Utomo yang mantan Pangdam Brawijaya ini tiba-tiba melontarkan nama besar BHS sebagai ‘cucu-nya’ yang layak digadang menjadi pemimpin andalan.

“Alasan utama sederhana saja, BHS selain mandiri, Dia juga memiliki potensi kemampuan dalam kepemimpinan. Mulai Hipmi Jatim sampai Indonesia Bisa di Jatim. Hal lain, tidak kalah penting, ia mampu dan berkomunikasi yang baik dengan semua pihak,” papar Imam Utomo yang mengaku punya ‘hutang’ kepada PD dalam soal Pilgub Jatim 2008 kemarin, dalam memenangkan Soekarwo.

BHS memang berambisi, untuk segera menerima amanah kursi nomor satu di DPD Partai Demokrat Jatim periode 2011-2016. Ambisi merupakan spirit yang mendorong semangat konkrit ini patut diacungi jempol, meski tidak semua DPC Partai Demokrat seluruh Jatim hadir di hotel berbintang 5 tersebut.

“Ini sebuah surprise, dengan hadirnya 28 Pimpinan DPC PD seluruh Jatim yang membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan bagi BHS,” ujar Ketua DPC Gresik.

Sayapun yakin, tambahnya, kalau Bagus terpilih aklamasi maka PD Jatim akan lebih bagus pula nilainya dalam memajukan nasib partai, pengurus, kader dan rakyat pada umumnya.

Suasana deklarasi BHS yang ‘cucu imut’ itu sangat meriah dan para deklarator mengenakan jaket Blue BHS, utusan Cikeas Prof. Subur Budi Santoso dan Imam Utomo pun mengenakan sehingga tampak gagah dan serius.

Dan suasana makin marak yang seakan langit PD Jatim terbuka, ketika RM Budi, Ketua DPC Mojokerto didaulat untuk berpidato di depan para pinisepuh Jatim dan para tokoh nasionalnya PD yang hadir di tengah kemantapan dukungan terhadap BHS.

Hal yang menarik dari pasca deklarasinya BHS itu, petala langit PD Jatim benar-benar terkuak dan terusik, dengan adanya sinyalemen politik atas komitmen majunya Pakde Karwo selaku calon PD Jatim pula, yang seharusnya diperhatikan oleh Imam Utomo.

“Apa yang disampaikan H Imam Utomo atas dukungan dalam deklarasinya BHS, adalah fakta yang bertentangan dengan komitmen untuk menjadikan Pakde Karwo yang Gubernur Jatim ini, merupakan satu-satunya calon,” tegas Soekawi selaku petinggi DPD PD Jatim yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar itu.

Namun sayangnya, jajaran DPD PD Jatim tidak tampak ‘batang hidung’-nya di tengah deklarasi yang merupakan wujud konkrit atas gairahnya dinamika internal PD selaku partai pemenang Pemilu 2009 kemarin.

“Inilah kontribusi kaum muda, untuk berkesempatan memberikan warna pada langit kejayaan partai yang didirikan SBY,” sentil Sugiri Sancoko yang tidak hadir dalam deklarasi namun berempati terhadap munculnya dinamika politik yang bernuansa positif, meski tak bermaksud membentangkan antar generasi, tua dan muda bertabrakan. “Tapi kita tengok perannya masing-masing, yang saling melengkapi dan menghidupkan gairah roda organisasi Parpol Demokrat ini, sehingga tampak kompak dalam menjunjung nilai kebenaran,” tandas Sugiri yang anggota DPRD Jatim ini.

Menurut BHS, soal penyebutan nama Dr H Soekarwo dalam proses pencalonan tidak ada masalah. “Tetapi perlu diingat bahwa kami semua ini, antara Pak Imam Utomo, Pak Soekarwo dan saya sendiri adalah satu paket. Jadi jelas, mari kita lihat dengan kacamata positif yang sifatnya dinamis,” ungkap Bagus Harjosuseno yang suka motor gede (moge) ini di depan wartawan, seusai deklarasi BHS, meski sedikit kurang manis dengan kaum jurnalis dalam berkomunikasi, waktu itu. (jbc5/jbc1)

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*