Achmad Iskandar : Hentikan Kekerasan Pada PRT

\"\"

SURABAYA (Jurnalberita.com) – Aksi penyiksaan dan tindakan sadis yang dilakukan majikan terhadap pembantu rumah tangganya (PRT), seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya, membuat Komisi E DPRD Jatim bersikap. Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra) ini menelorkan 3 rekomendasi.

“Saya minta kepada publik, agar sifat sadisme kepada PRT dihentikan segera,” kata H. Achmad Iskandar, Ketua Komisi E DPRD Jatim didepan wartawan, seusai menerima 10 aktifis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli PRT Jatim, yang dimotori Silvia KD dan 3 orang tim Advokasi Marlena dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) korban kekerasan pada Perempuan dan Anak Jatim.

\"\"

Menurut Iskandar, ketiga rekomendasi itu antara lain penghentian sadisme kepada PRT, Komisi E meminta Pimpinan DPRD Jatim mengawal kasus Marlena yang disiksa majikannya, dengan berkirim surat kepada Polri, Kejaksaan dan Kehakiman, serta institusi terkait lainnya.

“Kalau rekomendasi ketiga, sebenarnya terkait rasa kemanusiaan. Penyebutan pembantu bagi PRT itu tidak layak lagi. Tapi akan diganti dengan sebutan pekerja. Materi ini akan masuk dalam Perubahan Raperda PRT,” tegas Iskandar yang kabarnya diproyeksikan menjadi ketua dewan, seusai Musda II Partai Demokrat Jatim yang berlangsung di The Empire Palace.

Iskandar pun meminta kepada wartawan agar membantunya ikut publikasikan kepada masyarakat mengenai penghentian tindakan  kekerasan dan sadisme terhadap PRT. “Fenomena seperti ini jangan dibudayakan,” kata Iskandar dengan mimik muka serius. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*