Air PDAM Keruh Beberapa Hari, Warga Dirugikan

foto : Ilustrasi

SURABAYA (jurnalberita.com) – Dalam 3 hingga 5 hari, warga Kota Surabaya, khususnya kawasan Keputran, kecewa berat akibat keruhnya air hasil produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya.

“Kami sekeluarga kelimpungan beberapa hari ini karena air PDAM keruh. Kami sangat rugi sekali,” celoteh beberapa warga di kawasan Keputran, yang ditemui jurnalberita.com.

Tak hanya warga di kawasan Keputran, beberapa wilayah lainnya seperti, Pandegiling, Panjunan, Kejambon, Pasar Kecil, Kampung Celeng dan Karang Bulak, juga mengalami hal yang sama.

“Kami gerah kalau melihat air PDAM berwarna hitam dan berbau agak amis. Jengkel campur kecewa pas melihat air yang memenuhi bak mandi tampak keruh,” tandas Sri, salah satu warga Keputran Kejambon, degan logat jawa kental.

Beberapa pedagang pun menggerutu dan mengungkapkan rasa kecewa yang sama. Mereka tak dapat menggunakan air PDAM untuk mencuci, memasak dan mengolah dagangan lantaran keruhnya air yang mereka butuhkan sehari-hari.

Sampe saya terpaksa beli air isi ulang. Memang agak mahal, tapi mau bagaimana lagi. Padahal, kalau terlambat bayar iuran PDAM didenda dan diancam putus berlangganan,” gerutu pedagang kaki lima (PKL) di ujung gang Pasar Kecil.

Keruhnya air dirasakan berat oleh Darti, lantaran air PDAM adalah satu-satunya bahan baku bagi dirinya menjalankan usaha laundry kecil-kecilan miliknya. ”Belum lagi soal uang, tenaga pun menjadi sia-sia untuk bersihkan bak air, termasuk kamar mandi,” celoteh Darti.

Akibat keruhnya air, warga di beberapa kawasan yang berada di tengah kota tersebut mengaku tak hanya dirugikan, tetapi menuding adanya ketidakberesan dan ketiakadilan pelayanan pada publik yang dilakukan PDAM.

“Jangan-jangan memang sengaja dikeruhkan. Apa tidak ada cara yang lebih baik, agar layanan publik Pemkot Surabaya benar-benar bermutu dalam berbagai hal, salah satunya produk PDAM itu,” lontar Djoko, salah satu tokoh warga Kejambon.

Mereka juga membandingkan dengan lancar dan jernihnya air yang mengalir di beberapa perumahan serta kawasan elit yang ada di Surabaya. Anehnya, pihak PDAM cenderung selalu beralasan klasik mengenai kebocoran produksinya, yang selalu mencapai 30 persen. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. bukan cuman beberapa hari di daerah kami gubeng kertajaya 5E juga sdh berminggu-minggu. sebulanan ada. bbrp bulan lalu bersih. eh, tapi awal kami tinggal di sini bulan februari air juga keruh. mandi bukannya badan sehat malah meriang. namanya juga air kotor. sampai berupa bongkahan/endapan padat yang kelur. walhasil mesin cuci macet krn selang pipa air penuh tanah, jangan-jangan alasan mau dinaikkan ni tarif air PDAM utk beli alat baru? padahal ya masuk kantong pribadi air tetep kotor. jangan salahkan warga kl punya pikiran negatif itu krn ada pemicunya. ya kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site