Bela Murid, Pelatih Karate Didakwa Penganiayaan

Saksi Bunga dan terdakwa M Dhofir saat sidang. (foto:jbc6/jbc)

GRESIK (jurnalberita.com) – Membela muridnya dari tindakan asusila, seorang pelatih karate harus menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, dengan ancaman pasal penganiayaan dan pengeroyokan.

Terdakwa Muhamad Dhofir (21), warga Desa Cerme Lor Kecamatan Cerme, diseret oleh JPU Munarwi SH ke mejahijau karena telah melakukan penganiayaan terhadap korban Nico Paputra Nugraha (19).

Dalam dakwaanya, JPU menyebutkan bahwa sekitar hari Sabtu, 02 April 2011 pukul
22.30 bertempat di depan SPBU Kepatihan, terdakwa bersama temannya serta muridnya sebut saja Bunga (16) yang menjadi korban pelecehan seksual, melakukan tindak pidana pemukulan. Sehingga terdakwa didakwa dengan pasal berlapis yakni  pasal 170 ayat (1) dan 351 ayat (1) jo pasal 55 (1) KUHP.

Sidang dengan ketua Majelis Bambang Haruji SH MH, dengan anggota M Fathan SH dan Mustajab SH, setelah pembacaan dakwaan langsung memeriksa beberapa saksi diantaranya saksi korban Nico dan saksi Bunga (bukan nama sebenarnya).

Dalam pemeriksaan saksi, Korban Nico mengatakan bahwa waktu itu dia mendapat SMS (pesan singkat) oleh Bunga untuk datang ke depan SPBU untuk memperbaiki sepeda motornya yang mogok.

“Sesampai di sana, saya langsung ditampar oleh bunga mengenai wajah saya, kemudian datang terdakwa Dhofir ikut memukul. Tak lama kemudian datang lagi temannya yang juga ikut memukul saya,” terang saksi korban di depan majelis.

Namun, saat majelis hakim menanyakan penyebab Bunga memukul, saksi hanya mengatakan tidak tahu.

Namun, ketika saksi Bunga dimintai keterangannya, terkuak bahwa saksi korban Nico dipukul lantaran telah melakukan tindakan pelecehan seksual dengan meremas payudara Bunga berkali-kali.

“Waktu itu, ketika saya bertemu dengan Nico di warnet, saya diperlakukan dengan tidak senonoh dengan cara meremas payudara saya sampai tiga kali. Spontan saya mempertahankan kehormatan dengan cara memukul Nico,” terang saksi sembari meneteskan air mata.

Masih menurut saksi Bunga, saat bertemu lagi di depan pom Bensin Kepatihan, saksi korban mengatakan, “Enak yo wingi, tak cekel. Pokoke aku wis ngerasakno (enak ya kemarin tak pegang-pegang, pokoknya aku sudah pernah merasakan)” .

“Mendengar perkataan tersebut, spontan saya marah lalu memukul saksi korban Nico. Kemudian datanglah terdakwa membantu saya memukul korban,” terangnya. (jbc6/jbc1)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site