Dua Jabatan Bergengsi Uji Kecerdasan Soekarwo

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Dr. H. Soekarwo, kini menyandang 2 jabatan dan kekuasaan bergengsi. Selain menjabat sebagai Gubernur Jatim sejak tahun 2009, pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini, juga menduduki jabatan sebagai Ketua Partai Demokrat (PD) Jatim 2011-2016.

Dua amanat tersebut diperolehnya tidak dengan gratis, kendati kedua jabatan itu menuntut ketangkasan sekaligus menguji kecerdasannya. Sinyalemen soal kecerdasan Pakde Karwo, pernah disinggung Dr. Harijadi, Dosen Fisip Unair dan H. Martono, Ketua Partai Golkar Jatim, yang ditemui terpisah, sebelum Pakde Karwo diamanati jabatan Ketua PD Jatim.

Menurut Harijadi maupun Martono, kecerdasan yang dimaksud, terkait dengan pembagian kekuasaan saat sosok Soekarwo memangku dua kedudukan besar tersebut.            “Pakde Karwo, harus bijak dan paham jika menilik karir politik yang mau direngkuh. Apakah pada skala regional atau nasional?” celetuk Harijadi, waktu itu.

Pakde Karwo sebagai Gubernur Jatim, merupakan kedudukan Eksekutif dengan kekuasaan penuh sebagai kepala wilayah di Jatim. Sedangkan selaku Ketua PD Jatim, yang masuk dalam ranah legislatif. Ketua partai di era kini, memiliki peranan kuat dalam ‘mengatur gagrak’ anggotanya yang duduk di Legislatif.

“Kami berharap, Pakde Karwo sebagai Ketua PD Jatim makin memperbesar perolehan suara dan kursi di DPR dan DPRD,” lontar Jhoni Allen Marbun, mewakili Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, saat pidato penutupan Musda PD Jatim 2011 yang menetapkan Soekarwo sebagai Ketua PD Jatim secara aklamasi.

Uji kecerdasan lain, yang disinggung oleh Pengamat Politik Dr Harijadi, adalah soal penyusunan pengurus sekaligus teamwork yang tangguh dan handal dalam gerak komunikasi, maupun manuver politik, baik dari kawan atau lawan.

“Hal ini tidak kalah penting. Tim pekerja dan distribusi kewenangan itu harus jelas iramanya, agar tidak menimbulkan konflik dan miskomunikasi yang bisa berekor panjang jika terjadi kenegatifan,” ungkap Harijadi.

\"\"

Meski formatur yang diketuai Pakde Karwo belum mengumumkan secara resmi susunan pengurus PD Jatim periode 2011-2016, namun beredar isu jika nama Ir. H. La Nyalla M. Mattalitti bakal diamanahi sebagai Bendahara, sedangkan Sekretaris dipercayakan kepada Bonie Laksamana, Putra Walikota Madiun.

Ah, itu baru wacana dan pembicaraan antar anggota formatur, Sang Ketua belum tanda tangan. Untuk Nyalla, lebih tepat bila didudukkan sebagai wakil ketua, dibawah Pakde Karwo, dengan diberi peran yang jelas,” papar mantan petinggi PD Jatim.

Hal ini, lanjutnya, untuk memperkuat komunikasi dua peranan Pakde Karwo di kalangan DPRD Jatim dan para politisi dan jabatan sekretaris bisa dipilih secara tepat. “Kan ada beberapa nama, mulai Toni Soenarto, Sugiri Sancoko, Nur Muhyidin dan Bonie Laksamana,” lontar politisi PD Jatim yang tak bersedia disebutkan namanya kepada jurnalberita.com. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*