Fusi PBR Ke PAN Jatim Dimatangkan

Drs. H. Kuswijanto MSi. (jbc5/jbc)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Rencana meleburnya dua partai di Jawa Timur, yakni Partai Bintang Reformasi (PBR) ke dalam Partai Amanat Nasional (PAN), dalam waktu dekat, bakal lebih dimantapkan dan dikonkritkan.

“Kami segera merancang dan mematangkan konsep penggabungan antar dua partai ini. Namun, yang paling mendasari adalah pijakannya yang sama yaitu saling memenangkan, saling menghargai dan saling terbuka,” tegas H. Kuswijanto dan HM. Nizar Zahro, yang ditemui terpisah di DPRD Jatim.

Dua tokoh sekaligus ujung tombak mewakili masing-masing partainya ini, akan menggelar dialog intensif di Rumah PAN Jatim, di kawasan Jalan Darmokali Surabaya pada hari Rabu 29 Juni 2011.

“Dialog pada Rabu malam nanti, merupakan tonggak sejarah fusi atau penggabungan yang sifatnya simbiosis mutualisme. PAN dan PBR, sebagai partai yang platformnya sama ini, tidak melihat hitam putih, juga tidak memandang secara besar atau kecil. Dan hal lain yang bisa menyakitkan hati,” tutur Kuswijanto.

Sebelumnya, PBR dan Gerindra sempat ‘berangkulan’ dan berhubungan secara manis. Namun hubungan tersebut hanya terjadi ditingkat ketua partai, dan tidak terjadi pada seluruh jajarannya. “Kami tidak mungkin berpola demikian, oleh sebab itu PBR memutuskan memantapkan dengan PAN,” tandas Nizar Zahro, selaku Ketua PBR Jatim diruang fraksi Persatuan Pembangunan Reformasi (PPR).

Menurut Kuswijanto, PBR melebur menjadi satu dengan PAN tanpa dilambari ongkos politik serupiah pun. “Kalau ongkos membersarkan partai memang ada, dan ini sifatnya wajib bagi siapapun yang ingin PAN besar dan kompak,” jelasnya.

Nizar pun membantah halus, bila ada partai lain yang dirugikan PBR. Kalau mau bicara jujur, lanjutnya, semua pihak akan mengeluarkan biaya terkait dengan kepentingannya masing-masing. “PBR ingin memakmurkan rakyat. Untuk hal ini, di lapangan lebih cocok dan konkrit dengan PAN,” tambah Nizar, tanpa ingin mendiskreditkan partai lain.

Disebutkan Nizar, di Jatim PBR mempunyai aset, mulai kepengurusan cabang di seluruh Jatim yang mempunyai kursi 16 buah di DPRD Kota/Kabupaten, sedangkan di DPRD Jatim baru satu buah dari daerah pemilihan (Dapil) XI Madura. “Jadi, kami menandai gabungan 2 keluarga, antara PAN dan PBR ini semanis Madura,” ujar anggota Komisi A yang akan menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) PBR di Elmi Hotel, 2 Juli 2011 mendatang.

Dikatakan Nizar, PBR diberi hak khusus pada 9 dari sekitar 55 Dapil. Sikap ini disepakati bersama antar elit pimpinan PBR dan PAN di Jakarta. “Khusus PBR di Jatim, ingin menyumbang 2-3 kursi. Kendati kali ini, PBR hanya punya 1 kursi,” paparnya.

Sedangkan Kuswijanto mengaku tidak ada target dan menyerahkan semua kepada masyarakat. “Maunya PAN, dipercaya berapa oleh rakyat. Kalau kami maunya sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, penggabungan PBR ke tubuh PAN di Jatim, tidak ada masalah. Bahkan ia memprsilahkan semua struktur dimasuki, termasuk dalam hal anggota di Dewan yang berniat gabung dalam satu fraksi PAN. “Akan kita lihat dulu. Prinsipnya welcome. Saya berharap, gabungnya PBR akan makin memajukan jati diri PAN,” tukas Kuswijanto, salah satu anggota Komisi E bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Jatim. (jbc5/jbc2)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site