Impor Distop, Harga Pasar Sapi Lokal Naik

foto : Istimewa

PACITAN (Jurnalberita.com) – Penghentian ekspor sapi oleh Pemerintah Australia membawa berkah bagi pedagang sapi lokal di Kabupaten Pacitan. Mereka sedikit dapat bernafas lega setelah harga sapi lokal yang anjlok akibat berkembang penyakit Antrax, kini perlahan-lahan mulai naik di pasaran.

Situasi ini disambut gembira para pedagang sapi lokal. “Harga sapi mulai membaik,” kata Tukimin, salah satu pedagang sapi di pasar hewan Pacitan.

Bergeraknya nilai jual sapi memang merupakan bagian hukum pasar. Sebab, ketika stok sapi dalam negeri dibanjiri produk Negeri Kanguru, harga sapi lokal cenderung turun. Tetapi kini, setelah pasokan dihentikan harga menjadi mahal karena jumlah komoditas di pasar sedikit dan berkurang.

Jika sebelumnya sapi lokal usia tiga tahun hanya laku dijual Rp 3,5 juta, kini harganya mencapai Rp 4 – 4,5 juta. Demikian pula dengan sapi jenis Limosin atau Simental dengan ukuran sedang. Dari kisaran Rp 9 juta kini menjadi Rp 10 juta. Meski belum pulih seperti sebelumnya, tetapi potensi kenaikan harga hewan ternak membuat pasar bergairah.

Tukimin mengungkapkan, selisih harga baru juga mampu memberi semangat lagi pada para peternak untuk melanjutkan usahanya. Sewaktu harga sapi anjlok, banyak peternak dan pemilik sapi setengah hati mengembangkan usahanya. Sebab, jika dikalkulasi dengan biaya produksi, mereka rugi. Belum lagi tenaga untuk perawatannya. “Kalau dihitung tenaga, ruginya tambah banyak,” ungkapnya.

Ia lalu memberikan gambaran, untuk membesarkan seekor sapi hingga siap jual bisanya membutuhkan 3 – 5 bulan, dengan cost sekitar Rp 500 ribu per bulan. Ongkos sebanyak itu digunakan membeli singkong, rumput gajah serta keperluan lainnya, termasuk membayar tenaga saat mengirim sapi ke Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Dan Peternakan, pada tahun 2010 populasi hewan ternak di Pacitan cukup besar. Tercatat, jumlah sapi mencapai 45.000 ekor, kambing 70.000 ekor dan domba 30.000 ekor. Beberapa wilayah yang jadi sentra pengembangan adalah Kecamatan Bandar, Nawangan, Tegalombo, Tulakan, dan Ngadirojo. (jbc15/jbc2)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site