Perlu Industri Agar Tanjung Wangi Makin Mewangi

\"\"

BANYUWANGI (jurnalberita.com) – Berbekal kondisi pelabuhan alam yang dimiliki dan potensial untuk sandar kapal dengan bobot kapal cukup besar, belum mampu membuat Pelabuhan Tanjung Wangi ‘mewangi’ dalam hal pendapatan.

Hal itu dikarenakan, kondisi hinterland Pelabuhan Tanjung Wangi, yang diharapkan dapat mensuplai barang untuk ‘diolah dan dimasak’ hingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah dan pelabuhan, ternyata belum dapat memberikan nafas segar dan belum mampu diharapkan secara penuh.

“Kondisi daerah Banyuwangi dan sekitarnya, yang sebagian besar merupakan daerah perkebunan, sangat sulit diharapkan untuk dapat mengangkat pendapatan PT Pelindo cabang Banyuwangi, kecuali ada Industri yang membutuhkan bahan baku, sekaligus memasarkan hasilnya dalam skala besar dan banyak ke luar daerah atau ekspor,” kata General Manajer  PT Pelindo (Persero) cabang Tanjungwangi, Kosasih.

Kosasih menuturkan, pihaknya juga sudah beraudensi dengan Bupati Banyuwangi, agar di Kabupaten Banyuwangi diupayakan ada industri hingga mampu mengangkat pendapatan daerah sekaligus diharapkannya dapat menggerakkan dan mengembangan pelabuhan Tanjung Wangi. “Kalau masih perkebunan, sangat sulit diharapkan pelabuhan akan ada suplai barang untuk dibongkar dan dimuat serta dikirim melalui pelabuhan Tanjung Wangi,” jelasnya.

Hingga kini, menurut Kosasih, komoditas yang menggerakkan pelabuhan Tanjung Wangi masih berkisar pada  Pupuk, Semen dan Beras.”Namun, angka arus barang sejak tahun 2006 hingga saat ini tetap fluktuatif. Makanya pelabuhan Tanjung Wangi ini termasuk dalam golongan pelabuhan ‘efektif’. Soal target pendapatan tetap ada,” tegas Kaosasih.

Untuk memenuhi target itu, lanjut Kosasih, pihaknya juga mengandalkan pada perusahaan pengeboran minyak lepas pantai (offshore) dan tiga diantaranya kini tengah didekati, agar mau menjalin kerjasama. “Soal flutuatif dalam arus ada kapal barang, memang ada keterkaitan karena  itu menyangkut masalah musim dan kebutuhan operasional. Pada musim tertentu, kebutuhan pupuk akan menurun. Hal itu mempengaruhi arus barang dan kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan,” ungkapnya.

\"\"

Hal yang sama, masih kata Kosasih,  juga terjadi pada pengangkutan barang untuk kebutuhan pengeboran minyak. “Kalau mereka tidak melakukan pekerjaan, otomatis arus kapal dan barang juga mengalami penurunan,” ungkap satu-satunya General Manajer di PT Pelindo III,  yang menerima penghargaan sebagai nominator dalam Education Award , atas prestasi PT Pelindo III cabang Tanjung Wangi dalam bidang pendidikan, beberapa waktu lalu.

Meski secara umum pendapatan yang diraih PT Peindo III cabang Tanjung Wangi belum dapat disejajarkan dengan pelabuhan lain dilingkup Pelindo III seperti pelabuhan Tanjung Perak dan pelabuhan yang berstatus berkembang lainnya, namun dalam hal pemberian dan pembagian dana kemitraan serta bina lingkungan, yang langsung mereka salurkan dari PT Pelindo III tergolong cukup besar. Totalnya sejak penyaluran tahun 2007 hingga 2011 mencapai 5 milyar dengan rincian, dana kemitraan sebesar Rp. 4 milyar dan dana bina lingkungan mencapai Rp. 1 milyar.

“Saya meminta langsung kepada kantor pusat, agar kami bisa menyalurkan secara langsung dana kemitraan dan bina lingkungan kepada masyarakat. Ini cuma masalah waktu dan efektifitas penerimaan. Daripada penerima ke Surabaya dengan biaya perjalanan dan memakan waktu, saya berinsiatif untuk membagikan secara langsung disini,” kata Kosasih dalam pemamparannya sebelum jamuan makan malam dengan wartawan beberapa waktu lalu. (jbc2)

Tags: , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. kpn pemerintah daerah kab. Banyuwangi memperhatikan satu ASET BANYUWANGI selain pariwisata, yang saya maksud adalah pelabuhan.

    saat ini sudah ada 1 Akademi kelautan di BWI yg siap mencetak perwira” laut maupun pelabuhan yg handal.

    kami para Taruna Akademi Kelautan Banyuwangi bercita” memajukan daerah kami khususnya dibidang pelabuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*